Bank Mandiri Lakukan Buyback sebagai Sinyal Kepercayaan Fundamental
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebagai langkah untuk menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan dan arah pertumbuhan industri perbankan nasional.
Program buyback senilai Rp1,17 triliun tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Maret 2025 dan akan menggunakan kas internal perseroan.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan buyback tersebut menjadi bentuk nyata keyakinan manajemen terhadap kekuatan model bisnis perseroan.
"Buyback tersebut menjadi sinyal kepercayaan manajemen perseroan terhadap kekuatan model bisnis dan nilai jangka panjang Bank Mandiri," ujarnya beberapa waktu lalu.
Di samping memperkuat nilai pemegang saham, saham hasil buyback direncanakan menjadi bagian dari program kepemilikan saham pegawai (Employee Stock Ownership Program/ESOP). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menjaga tata kelola yang konsisten dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Bank Mandiri mencatat penguatan pada pendapatan nonbunga (fee-based income) yang kini berkontribusi 32 persen terhadap total pendapatan. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan digital banking dan treasury yang masing-masing meningkat 11 persen dan 10 persen secara bulanan.
"Kami terus memperkuat fundamental keuangan yang berkelanjutan melalui diversifikasi sumber pendapatan, penguatan digital banking, serta efisiensi biaya yang terukur," kata Novita.
Hingga September 2025, penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.764 triliun dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.884 triliun. Kedua indikator tersebut tumbuh di atas rata-rata industri. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga tetap berada pada level 1,03 persen, menunjukkan kualitas aset yang terjaga.
Novita menyatakan bahwa pencapaian tersebut menggambarkan kemampuan Bank Mandiri menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penerapan prinsip kehati-hatian.
"Kami melihat momentum pertumbuhan tersebut sebagai bukti solidnya fundamental dan strategi yang kami jalankan. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran Bank Mandiri dalam menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional," tegas dia.
Dengan kondisi ekonomi domestik yang masih ekspansif, serta fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur dan hilirisasi, Manajeman Bank Mandiri optimis perseroan memiliki prospek pertumbuhan yang positif pada 2026.
(rir)