Gerak Cepat Pupuk Indonesia Mitigasi Dampak Banjir di Pabrik PIM Aceh
PT Pupuk Indonesia (Persero) menerapkan pengalihan stok pupuk subsidi dan suplai cepat sebagai langkah mitigasi atas dampak banjir yang melanda area pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berlokasi di Aceh.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi usai melepas truk pengangkut pupuk di area PT Pupuk Kujang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Jumat (28/11).
"Pupuk Indonesia telah mengambil langkah pengamanan operasional pabrik, termasuk mematikan sementara pabrik Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe demi keselamatan 1.088 karyawan dan keluarga yang dievakuasi, serta 47 pasien rumah sakit yang diungsikan," kata Rahmad Pribadi.
Ia menyatakan bahwa stok pupuk nasional berada dalam posisi aman. Rahmad mengimbau agar para petani tetap tenang dan tak khawatir.
"Saat ini, total stok pupuk bersubsidi secara nasional mencapai 1,1 juta ton, yang cukup untuk kebutuhan selama 23 hari ke depan," tuturnya.
Adapun kebutuhan pupuk untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, akan dipenuhi dari pabrik-pabrik lain dalam holding, yaitu PT Pusri Palembang, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kalimantan Timur. Sementara, PT Pupuk Kujang difokuskan untuk menopang kebutuhan wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah.
"Jawa Barat adalah lumbung pangan nasional, dan mengingat peringatan BMKG terkait lini cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026, kami telah mengantisipasi dengan melakukan pengiriman melebihi batas normal. Selama bulan November, Pupuk Kujang telah mengirimkan lebih dari 70 ribu ton pupuk, meningkat signifikan dari rata-rata bulanan," ujar Rahmad.
Rahmad secara khusus juga menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di sejumlah wilayah di Aceh dan sekitarnya.
Hingga kini, Pupuk Indonesia Group telah mengirimkan bantuan logistik dan alat kesehatan untuk mendukung proses pemulihan internal dan masyarakat sekitar. Dampak produksi Pupuk Iskandar Muda diperkirakan akan pulih dalam waktu sekitar 10 hari setelah suplai listrik kembali normal.
"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah banjir yang melanda saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," pungkas Rahmad.
(rea/rir)