KFC dan Pizza Hut Merger di India, Transaksi Diramal Tembus Rp15,6 T

CNN Indonesia
Jumat, 02 Jan 2026 18:12 WIB
KFC dan Pizza Hut di India akan berada di bawah satu entitas setelah dua operator waralaba utamanya mengumumkan rencana merger. (Foto: istockphoto/RapidEye)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jaringan restoran cepat saji KFC dan Pizza Hut di India akan berada di bawah satu entitas setelah dua operator waralaba utamanya, Devyani International dan Sapphire Foods India, mengumumkan rencana merger.

Penggabungan ini menyatukan dua mitra utama Yum! Brands selaku pemilik merek KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell di pasar India.

Yum! Brands mengoperasikan bisnisnya di India melalui mitra waralaba. Dengan merger ini, pengelolaan KFC dan Pizza Hut di India akan terpusat pada satu perusahaan hasil penggabungan Devyani dan Sapphire.

Rencana merger tersebut langsung direspons positif oleh pasar. Saham Devyani International tercatat melonjak hingga 5,3 persen setelah pengumuman. Sebaliknya, saham Sapphire Foods India sempat turun hingga 6,4 persen pada awal perdagangan.

Meski Devyani tidak mengungkapkan nilai transaksi secara resmi, laporan Reuters menyebutkan nilai kesepakatan ini diperkirakan mencapai US$934 juta atau setara Rp15,61 triliun (asumsi kurs Rp16.721 per dolar AS).

Berdasarkan ketentuan merger, Devyani akan menerbitkan 117 saham untuk setiap 100 saham yang dimiliki pemegang saham Sapphire Foods India.

Kedua perusahaan menyatakan proses merger diperkirakan rampung dalam 12 hingga 15 bulan dengan syarat memperoleh persetujuan regulator dan pemegang saham.

Penggabungan ini ditujukan untuk mempercepat ekspansi KFC di India sekaligus membantu menghidupkan kembali kinerja Pizza Hut, yang saat ini tertinggal jauh dari pemimpin pasar pizza, Domino's.

"India adalah pasar dengan prioritas tinggi bagi kami," ujar Direktur Keuangan Yum! Brands Ranjith Roy, melansir CNBC.

Ia menyebutkan pasar India masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi bisnis restoran cepat saji.

Menurut Roy, merger ini akan mendorong ekspansi yang lebih cepat serta menciptakan nilai yang lebih besar bagi kedua kelompok pemegang saham melalui peningkatan efisiensi operasional dan rantai pasok.

Sebagai operator waralaba terbesar Yum! Brands di India, Devyani International memperkirakan sinergi tahunan sebesar 2,1 miliar hingga 2,2 miliar rupee atau sekitar Rp389,3 miliar-Rp407,9 miliar (asumsi kurs Rp185 per rupee India) mulai tahun kedua penuh setelah merger selesai.

Saat ini, Devyani mengoperasikan lebih dari 2.000 gerai restoran cepat saji di lebih dari 280 kota di India, Nigeria, Nepal, dan Thailand. Sementara itu, Sapphire Foods India mengelola 529 gerai KFC dan 338 gerai Pizza Hut di India, serta 119 Pizza Hut dan 11 Taco Bell di Sri Lanka.

"India memiliki potensi besar untuk menjadi pasar utama dalam jaringan global Yum!, dan merger ini merupakan langkah penting ke arah tersebut," kata Sumeet Narang, Direktur Nominee Sapphire Foods India sekaligus pendiri perusahaan ekuitas swasta Samara Capital.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, India saat ini menjadi negara dengan jumlah gerai Yum! Brands terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan China.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK