Perum Bulog menargetkan untuk menyerap empat juta ton setara beras atau dan satu juta ton jagung petani sepanjang 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan penyerapan itu sebagai bagian dari rencana strategis penguatan ketahanan pangan nasional.
Besaran target penyerapan beras mengacu pada hasil rapat koordinasi terbatas terkait penetapan cadangan pangan pemerintah (CPP) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Senin (29/12) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini rencana strategis Bulog ke depan, rencana strategis 2026, yang pertama adalah ke depan Bulog akan melaksanakan serapan sesuai dengan keputusan Rakortas adalah empat juta ton," ujar Rizal dalam konferensi pers 'Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026', di Jakarta, Jumat (3/1).
Sementara, untuk jagung, penyerapan dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga pakan ternak di dalam negeri.
Hingga 31 Desember 2025, Bulog telah menyerap 3,1 juta ton gabah setara beras. Sebanyak 4,5 juta ton di antaranya merupakan Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765,5 ribu ton beras.
Pada periode yang sama, Bulog juga menyerap 101,96 ribu ton jagung. Sekitar 101,77 ribu ton di antaranya diserap melalui skema PSO dan 198 ton komersial.
Lebih lanjut, pada awal 2026, stok cadangan beras pemerintah (CBP) Bulog tercatat mencapai 3,24 juta ton dan komersial 133 ribu ton.
"Ini juga stok tertinggi di awal tahun sepanjang berdirinyabulogberdiri dari tahun 1968 sampai sekarang," ujar Rizal.
Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan menetapkan cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk komoditas beras naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton pada 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan penetapan ini dilakukan untuk menghadapi panen raya yang diproyeksikan akan terjadi pada Februari mendatang agar harga bisa terus stabil.
Selain itu, peningkatan cadangan untuk kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan lainnya.
Pemerintah juga menaikkan cadangan jagung dari 300 ribu menjadi 1 juta ton untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan ayam untuk kebutuhan program makan bergizi gratis (MBG).
Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkapkan apabila program MBG sudah beroperasi penuh maka kebutuhan ayam akan meningkat menjadi 1 juta ton dan kebutuhan telur 700 ribu ton.
"Pakannya tentu harus naik. Ini pakannya naik agar peternak-peternak ini, peternak untuk petelur dengan ayam, itu bisa diantisipasi kenaikan harga pakan yang melonjak tinggi," ujar Amran usai menghadiri Rakortas yang sama.
(fln/sfr)