Arsenal FC, salah satu klub sepak bola elite Inggris, ternyata dimiliki crazy rich Amerika Serikat (AS): Stanley Kroenke.
Di klub yang berbasis di London Utara tersebut, Kroenke punya kontrol penuh atas keputusan klub, lantaran menguasai 60 persen saham.
Imperium bisnis olahraga miliknya tak cuma sepak bola, tetapi juga meliputi klub basket hingga hoki yang bermain di liga utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisnis olahraga global itu dinaungi Kroenke Sports & Entertainment (KSE).
Lihat Juga : |
Berikut gurita bisnis Kroenke di bisnis olahraga:
1. Arsenal FC - sepak bola (Liga Inggris)
Kepemilikan: 60 persen
2. Los Angeles Rams - american football (National Football League)
Kepemilikan: 100 persen (pemilik tunggal)
3. Denver Nuggets - basket (NBA)
Kepemilikan: penuh, dikendalikan atas nama keluarga
4. Colorado Avalanche - hoki es (National Hockey League)
Kepemilikan: penuh/dikendalikan atas nama keluarga
5. Colorado Rapids - sepak bola (Major League Soccer/MLS)
Kepemilikan: penuh
Lihat Juga : |
Penyumbang pundi-pundi kekayaan Kroenke bukan cuma dari industri olahraga. Portofolio bisnisnya juga mencakup properti hingga lahan peternakan.
Ia memiliki sekitar 557 hektare real estat, yang sebagian besar berupa pusat perbelanjaan di dekat gerai ritel Walmart. Kroenke juga punya 1,6 juta hektare peternakan di seluruh AS dan Kanada.
Konglomerasi bisnisnya itu di bawah bendera Kroenke Group, perusahaan yang fokus pada pengembangan properti, pusat perbelanjaan, dan real estate komersial.
Rekeningnya kian gendut saat menikahi Ann Walton, pewaris raksasa ritel AS Walmart. Momentum itu meneguhkan posisinya di jajaran elite bisnis AS.
Forbes memperkirakan kekayaan Kroenke mencapai US$21,3 miliar atau setara Rp335 triliun (asumsi kurs Rp16.700 per dolar AS).
Di balik kesuksesan bisnisnya, Kroenke kerap menuai kritik keras dari suporter klub olahraga, terutama Arsenal.
Bos The Gunners ini dinilai penggemar terlalu berorientasi pada bisnis, juga minim komunikasi publik. Sikapnya yang tertutup membuatnya dijuluki 'Silent Stan'.
Diversifikasi bisnis ini mencerminkan pendekatannya yang strategis: tidak hanya mengandalkan satu sektor, tetapi menyebar di berbagai sektor untuk memperkuat portofolio dan ketahanan bisnisnya.
Ia lahir dengan nama Enos Stanley Kroenke pada 29 Juli 1947 di Missouri, AS. Ayahnya pemilik perusahaan kayu bernama Mora Lumber Company.
Pekerjaan pertama Kroenke adalah menyapu di tempat usaha ayahnya. Pada usia 10 tahun, ia sudah dipercaya mengurus pembukuan perusahaan tersebut.
Kehadirannya di bisnis olahraga bisa jadi dilandasi kecintaan pada masa kecil. Semasa SMA, Kroenke juga dikenal aktif di bisbol, basket, hingga atletik.
Setelah lulus SMA, Kroenke melanjutkan studi di University of Missouri, sebuah universitas negeri besar di AS. Di sanalah ia meraih gelar sarjana dan master di bidang administrasi bisnis.
Kroenke menikah dengan Ann Walton pada 1974. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga anak yakni Josh, Whitney, dan Brett.
(pta)