Dirjen Hubdat Evaluasi Angkutan Nataru, Lancar Berkat Kolaborasi

Kemenhub Ditjen Hubdat | CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 11:25 WIB
Kemenhub memastikan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan aman dan lancar, Evaluasi menunjukkan peningkatan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Foto: Arsip Ditjen Hubdat
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan memastikan penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berjalan lancar, aman, dan terkendali hingga melewati puncak arus balik.

Evaluasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan hal itu saat melakukan pemantauan arus lalu lintas di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, Minggu (4/1) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil evaluasi angkutan Nataru sejak dimulai tanggal 18 Desember 2025 hingga hari ini berjalan baik dan lancar. Terdapat peningkatan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berkat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat," kata Aan.

Aan mengapresiasi kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, aparat kepolisian, operator jalan tol, hingga pemerintah daerah, yang telah bersinergi dalam mewujudkan angkutan Nataru yang selamat dan aman bagi masyarakat.

"Evaluasi dari penyelenggaraan angkutan Nataru ini juga akan menjadi bahan perumusan kebijakan dalam penyelenggaraan angkutan lebaran kemudian," imbuhnya.

Seiring berakhirnya masa puncak arus balik, Aan menyampaikan bahwa kebijakan Pembatasan Angkutan Barang serta pengaturan lalu lintas di jalan tol dan penyeberangan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) secara resmi berakhir pada 4 Januari 2026 pukul 24.00 waktu setempat. Setelah itu, aktivitas lalu lintas akan kembali berjalan normal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan capaian positif dari sisi keselamatan selama periode Nataru.

Ia mencatat adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional, dengan fatalitas korban meninggal dunia turun sebesar 27,12 persen. Sementara untuk jumlah kecelakaan para periode Nataru ini turun sebesar 7 persen.

"Jalan tol dan arteri terkendali, lokasi-lokasi wisata serta rumah-rumah ibadah juga cukup terkendali. Tahun lalu ada tiga peristiwa menonjol, tahun ini turun menjadi 1 peristiwa menonjol. Evaluasi penyelenggaraan Nataru tahun ini berjalan lancar," kata Agus.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan Purwantono membeberkan data hingga siang kemarin, jumlah kendaraan yang kembali melalui jalan tol sudah mencapai 2,85 juta dari total 2,9 juta proyeksi pengguna jalan tol.

"Ini artinya sudah mendekati dan sesuai dengan proyeksi. Dominasinya masih sebagian besar dari arah Timur sebesar 46 persen, arah Barat 29,2 persen dan arah Bogor sebesar 23 persen," jelas Rivan.

Kemudian Ia melanjutkan dari arus lalin arah Timur terbagi kembali dari Tol Trans Jawa sebesar 50 persen dan dan arah Bandung sebesar 49 persen.

Rivan menyebut titik tertinggi yang menjadi puncak mobilitas masyarakat ialah di 20 Desember 2025 yaitu sebanyak 189 ribu kendaraan dan tanggal 24 Desember 2025 sebanyak 201 ribu kendaraan.

"Hingga kemarin arus lalu lintas dari tol Trans Jawa ke arah Jakarta sudah lancar dan cukup landai. Termasuk titik pertemuan di KM 66 sehingga Jasa Marga menilai tidak perlu lagi dilakukan skema contra flow," katanya.

Seluruh pihak berharap hingga penutupan posko angkutan Natal 2025 dan tahun baru 2026 yang akan digelar 5 Januari 2026, masyarakat dapat kembali ke Jakarta dengan selamat, aman dan lancar sehingga bisa melanjutkan aktivitas seperti sedia kala.

(inh)