Pemerintah Resmi Tutup Posko Nataru, Konsumsi BBM Naik Tipis
Pemerintah resmi menutup Posko Nasional Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Selama periode tersebut, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tercatat mengalami kenaikan sekitar 1,9 persen (yoy) dan 0,9 persen dibandingkan normal.
Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Irjen Pol Yudhiawan Wibisono menyatakan seluruh penyediaan dan pendistribusian energi selama masa libur akhir tahun berjalan lancar, baik untuk BBM, LPG, maupun gas bumi.
"Bahwa semua penyediaan dan pendistribusian BBM, pendistribusi LPG, pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian gas bumi sudah berjalan dengan aman dan tidak mengalami kendala," ujar Yudhiawan dalam Penutupan Posko Nataru Sektor ESDM di Kantor BPH Migas, Senin (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pendistribusian BBM hingga LPG yang dinilai berjalan aman tanpa kendala, maka pemerintah secara resmi menutup posko pengamanan energi Nataru.
"Alhamdulillah, Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru secara resmi saya nyatakan ditutup," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo menjelaskan kenaikan konsumsi BBM selama periode Nataru memang terjadi, meski relatif terbatas jika dibandingkan kondisi normal sebelum libur akhir tahun.
"Kalau kita versuskan kondisi Nataru 2024, peningkatannya 1,9 persen. Sedangkan dengan kondisi normal sebelum Nataru hanya 0,9 persen. Normalnya itu kapan? Kita menghitung Oktober-November," katanya.
Pelaksanaan Posko Nasional Nataru sektor ESDM
Selama periode Posko Hari Raya Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 pada tanggal 15 Desember 2025 s.d. 5 Januari 2026, penyaluran BBM secara umum dalam kondisi aman.
Lihat Juga : |
Telah disiagakan layanan infrastruktur meliputi 197 fasilitas penyimpanan BBM dan 889 SPBU. Selain itu, untuk memastikan layanan terhadap masyarakat, Pertamina telah menyediakan layanan energi pendukung di jalur potensial, meliputi jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama, berupa:
-SPBU 24 jam 1.866 unit
-Layanan Modular BBM & Kiosk Pertamina Siaga 53 titik
-Motorist/POS BBM 188 unit
-Mobil tangki standby 210 unit
-34 unit Serambi MyPertamina
2. Ketahanan stok BBM nasional (coverage days) berkisar antara 16 hari sampai dengan 35 hari.
3. Secara keseluruhan pada masa posko tanggal 15 Desember 2025 sampai 5 Januari 2026, terdapat kenaikan/penurunan penyaluran BBM terhadap rerata normal sebagai berikut:
-Gasoline meningkat 0,9 persen
-Gasoil turun 3,4 persen
-Kerosene turun 6,2 persen
-Avtur meningkat 5,5 persen
4. Penyaluran BBM tertinggi secara nasional dibandingkan dengan penyaluran normal selama periode Satgas Nataru untuk Arus Mudik Tahap I terjadi pada:
-23 Desember 2025 (H-2)
-Arus Mudik Tahap II terjadi pada 29 Desember 2025 (H+4)
-Arus Balik terjadi pada 3 Januari 2026 (H+9)
Dengan rincian sebagai berikut:
-23 Desember 2025: Gasoline naik 10,87 persen, Gasoil naik 5,78 persen, Kerosene naik 51,49 persen, dan Avtur naik 8,02 persen.
-24 Desember 2025: Gasoline naik 4,24 persen, Gasoil naik 1,5 persen, Kerosene naik 58,56 persen, dan Avtur naik 5,42 persen.
-3 Januari 2026: Gasoline naik 7,10 persen, Gasoil turun 6,44 persen, Kerosene naik 10,78 persen, dan Avtur naik 4,34 persen.
(ldy/sfr)