IHSG Diramal 'Ngegas' Jelang Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Jumat (9/1).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan indeks saham saat ini diperkirakan masih berada dalam fase penguatan lanjutan, sehingga indeks berpeluang menguat ke kisaran 9.030-9.077.
Meski demikian, kata dia, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek yang dapat menekan IHSG ke area 8.843-8.904.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase penguatan, namun risiko koreksi tetap ada sehingga investor perlu mencermati level support terdekat," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.916, 8.776 dan resistance 8.996, 9.030 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni CDIA, MINA, ULTJ, dan TLKM.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham mulai mengalami koreksi kecil, namun peluang penguatan masih terbuka selama indeks bertahan di atas level 8.839.
Jika mampu bertahan, kata dia, IHSG berpotensi naik menguji area 9.052, sementara penurunan di bawah 8.839 dapat memicu koreksi lanjutan ke kisaran 8.750-8.800.
"IHSG masih berpeluang melanjutkan tren naik selama tidak menembus level support 8.839," ujar Ivan dalam riset hariannya.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.839, 8.714, 8.599, dan 8.493 dan resistance 9.052, 9.123, dan 9.169 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AADI, BBRI, BMRI, CPIN, dan GOTO.
IHSG ditutup di level 8.925 pada Kamis (8/1) sore. Indeks saham melemah 19,34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp29,06 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 55,14 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 302 saham menguat, 370 terkoreksi, dan 138 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/sfr)