Sariwangi Akan Jadi Milik Djarum Usai Dibeli Rp1,5 T

CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 07:00 WIB
Sariwangi akan jadi milik Grup Djarum usai dibeli dari Unilever. Penyelesaian transaksi dilakukan pada 2 Maret atau tanggal lain yang disepakati.
Sariwangi akan menjadi milik Grup Djarum usai dibeli senilai Rp1,5 triliun dari Unilever. Penyelesaian transaksi dilakukan pada 2 Maret atau tanggal lain yang disepakati. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Teh Sariwangi akan menjadi milik Grup Djarum usai dibeli senilai Rp1,5 triliun dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Akuisisi Sariwangi dilakukan melalui entitas usaha milik Grup Djarum, PT Savoria Kreasi Rasa. Transaksi dilakukan melalui penandatangan Perjanjian Pengalihan Bisnis (BTA) pada Selasa (6/1) lalu.

"Nilai Transaksi: Harga yang disepakati adalah sebesar Rp1.500.000.000.000 di luar pajak yang berlaku. Penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan dengan nilai pasar sebesar Rp1.488.228.000.000," tulis Manajemen Unilever dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencananya, penyelesaian transaksi dilakukan pada 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain sebagaimana disepakati secara tertulis oleh kedua belah pihak.

"Pada saat Penyelesaian, para pihak akan melakukan tindakan-tindakan penyelesaian, antara lain, penandatanganan berita acara serah terima dan/atau perjanjian pengalihan dari aset terkait bisnis tersebut (sebagaimana berlaku)," tulis manajemen.

Nilai transaksi jual beli tersebut setara dengan sekitar 45 persen dari total kekayaan bersih (ekuitas) Unilever, berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar Siddharta Widjaja & Rekan, anggota jaringan KPMG.

Berdasarkan perhitungan Unilever, total aset bisnis Sariwangi dibandingkan dengan total aset perusahaan adalah 2,5 persen. Adapun laba bersih bisnis teh Sariwangi dibandingkan dengan laba bersih perseroan adalah 3,1 persen.

"Pendapatan usaha bisnis teh dengan merek "Sariwangi" dibandingkan dengan pendapatan usaha Perseroan adalah 2,7 persen," sambung manajemen.

Lebih lanjut, Unilever menjelaskan transaksi jual beli tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha.

"Penjualan bisnis teh tersebut akan memungkinkan Perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya dalam jangka pendek, serta berfokus pada bisnis inti Perseroan yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang," pungkas manajemen.

[Gambas:Video CNN]

(pta)