OJK Buka Suara soal Sindikat 'Love Scamming' Internasional di Sleman

CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 16:35 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal sindikat penipuan berkedok asmara atau love scamming berskala internasional yang digerebek di Sleman, DIY.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal sindikat penipuan berkedok asmara atau love scamming berskala internasional yang digerebek di Sleman, DIY. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal sindikat penipuan berkedok asmara atau love scamming berskala global yang digerebek di Sleman, DIY.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari mengatakan pihaknya telah mendapat laporan terkait kasus itu dari Kantor OJK Yogyakarta.

"Terkait dengan penggerebekan satu lokasi di Yogyakarta terkait dengan aktivitas love scam. Kami juga mendapat laporan dari Kepala Kantor OJK Jogja pada saat kejadian berlangsung, setelahnya langsung kami mendapatkan update," katanya dalam konferensi pers RDKB OJK, Jumat (9/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perempuan yang akrab disapa Kiki tak menjelaskan lebih lanjut langkah yang diambil OJK terkait kasus itu. Ia hanya mengatakan love scamming saat ini menjadi satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat dan dilakukan secara global oleh sindikat.

Di Indonesia sendiri, OJK melalui Indonesia Anti-Scam Center telah menerima 3.494 laporan terkait love scamming. Total kerugian mencapai Rp49,1 miliar.

Para pelaku menargetkan korban di berbagai negara melalui internet dan aplikasi.

"Kemudian para korban ini dimanipulasi secara emosinya merasa memiliki hubungan atau memiliki relationship, kemudian dipersuasi dan sebagainya sehingga para korban ini secara sukarela men-transfer sejumlah uangnya karena merasa memiliki hubungan yang khusus.

Karena itu, OJK mengingatkan masyarakat mewaspadai modus love scamming karena tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga psikologis.

"Kami terus mengajak seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati terus meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai hal manipulatif ya terutama terkait love scamm," katanya.

Polisi mengungkap sindikat online scam alias penipuan daring yang markasnya digerebek di Jalan Gito Gati, Sleman, DIY melibatkan pemakaian aplikasi kencan dengan perkiraan pendapatan sekitar Rp30 miliar per bulan.

"Ini kasus dugaan tindak pidana penipuan online atau love scamming," ujar Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia saat konferensi pers di markasnya, Rabu (7/1).

Polisi menyebut praktik ini terbongkar lewat patroli siber yang mengarah ke sebuah bangunan dua lantai di Jalan Gito Gati, Donoharjo, Ngaglik, Sleman yang disewa PT Altair Trans Service. Penggerebekan dilaksanakan oleh jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta, Senin (5/1).

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa PT Altair Trans Service merupakan perusahaan penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien. Di kasus ini, klien mereka adalah sebuah entitas pemilik aplikasi kencan daring bernama WOW dari China.

Menurut Pandia, perusahaan mempekerjakan karyawannya sebagai seorang perempuan, sekaligus administrator percakapan aplikasi WOW yang sudah terinstal pada handphone juga laptop. Aplikasi ini menempatkan admin pada sebuah 'chat room' berisikan pengguna atau user lain asal Amerika Serikat, Inggris, Kanada serta Australia.

Pegawai perusahaan yang menjadi admin akan berinteraksi lalu berupaya melancarkan bujuk rayu kepada user di dalam setiap chat room. Misi mereka adalah bagaimana para user alias korban dari berbagai negara itu melakukan transaksi, yakni melalui mekanisme pembelian koin atau top-up untuk mengirimkan gift (hadiah) yang tersedia pada aplikasi tersebut.

"Sebagai tindak lanjut dari interaksi tersebut, karyawan atau agen kemudian mengirimkan konten tertentu yang memuat foto atau video pornografi secara bertahap kepada user atau korban. Untuk mengakses foto dan video tersebut, user atau korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu," papar Pandia.

[Gambas:Video CNN]

(sfr/sfr)