Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar RI Senilai Rp124 T Hari Ini
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) milik Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, hari ini, Senin (12/1).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut peresmian kilang minyak terbesar di RI itu masuk dalam pembahasan rapat kabinet di Hambalang, Bogor, kemarin (11/1).
"Rencana peresmian Infrastuktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026," kata Teddy dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM, proyek RDMP Kilang Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), dengan nilai investasi sebesar US$7,4 miliar atau setara dengan Rp124 triliun (asumsi kurs Rp16.857). Megaproyek ini menjadi salah satu investasi yang terbesar dilakukan BUMN dalam satu titik kegiatan untuk mengurangi impor BBM.
Teddy menuturkan dalam rapat kemarin, Prabowo membahas empat tema bersama sejumlah menteri. Pertama, Prabowo meminta untuk dilakukannya penguatan dalam industri tekstil/garmen, salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain.
Kedua, penguatan dalam sektor otomotif/elektronik melalui investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.
"Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik," ujar Teddy.
Ketiga, perkembangan rencana groundbreaking 6 titik baru proyek hilirisasi senilai US$6 miliar di awal Februari 2026. Terakhir, rencana peresmian Infrastuktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan.
Teddy menuturkan sejumlah menteri yang diundang ratas antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Lalu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
(pta)