Prabowo Resmikan RDMP Kilang Balikpapan Senilai Rp124 T

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 16:57 WIB
Presiden Prabowo Subianto resmikan proyek RDMP Kilang Balikpapan yang menelan investasi hingga US$7,4 miliar atau Rp124 triliun pada Senin (12/1).
Presiden Prabowo Subianto resmikan proyek RDMP Kilang Balikpapan yang menelan investasi hingga US$7,4 miliar atau Rp124 triliun pada Senin (12/1). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM).
Balikpapan, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto resmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang menelan investasi hingga US$7,4 miliar atau Rp124 triliun (asumsi kurs Rp16.857 per dolar AS) pada Senin (12/1).

RDMP Kilang Balikpapan adalah proyek terbesar yang pernah dibangun PT Pertamina (Persero) demi meningkatkan kapasitas kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto Presiden RI dengan ini meresmikan Proyek Infrastruktur terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan," ujar Prabowo di Kilang Balikpapan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain produksi minyak, kilang ini juga akan digunakan untuk memperbaiki kualitas produk, menurunkan harga pokok produksi bahan bakar minyak (BBM), hingga mengurangi impor BBM, terutama solar. Bahkan pada tahun ini, pemerintah menekankan Indonesia tak perlu lagi impor solar.

Setelah beroperasi penuh, kilang ini juga akan mengolah residu-residu yang ada untuk menghasilkan produk-produk industri kimia bernilai tinggi seperti propylene dan ethylene.

Kedua produk ini sangat dibutuhkan oleh industri petrokimia dalam negeri sebagai bahan baku yang selama ini kekurangan pasokannya dan dipenuhi permintaannya melalui impor.

RDMP Gunakan Fasilitas RFCC Complex

Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi elemen kunci dalam Proyek RDMP Balikpapan.

Kehadiran fasilitas ini menjadikan Kilang Balikpapan mampu memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan rendah emisi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, RFCC Complex menjadi tulang punggung operasional Kilang Balikpapan dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

"Melalui RFCC Complex dan unit tambahan lainnya, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm," kata Baron dalam keterangan, Minggu (11/1).

"Selain itu, Kilang Balikpapan akan mampu menghasilkan produk petrokimia. Ini merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas BBM nasional, dengan kapasitas kilang mencapai 360 ribu barel per hari serta mendukung program hilirisasi," imbuh Baron.

Dengan beroperasinya RFCC Complex, Kilang Balikpapan tidak hanya memproduksi bensin dan solar, tetapi juga mampu menambah produksi LPG serta menghasilkan produk petrokimia yang sebelumnya belum dapat dihasilkan di kilang ini.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)