Dorong Pemerataan Pendidikan, BNI Komitmen Dukung Sekolah Rakyat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerataan pendidikan nasional melalui keterlibatan aktif pada Program Sekolah Rakyat, salah satu program prioritas pemerintah. Dukungan BNI difokuskan pada penguatan ekosistem layanan keuangan inklusif serta penerapan tata kelola administrasi pendidikan yang modern, transparan, dan berbasis digital.
Program Sekolah Rakyat resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Peluncuran tersebut dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan kementerian dan lembaga, serta perwakilan BUMN, termasuk Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan setiap anak bangsa memperoleh hak pendidikan yang layak, tanpa terkendala latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih semuanya. Kita telah mewujudkan upaya ini melalui Program Sekolah Rakyat. Saya terus terang merasa bahagia dan cukup terharu melihat dampak nyata dari upaya bersama ini," ujar Prabowo.
Presiden menilai Sekolah Rakyat menjadi instrumen penting dalam memperkuat keadilan sosial serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah. Menurut Prabowo, pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan menciptakan mobilitas sosial yang berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.
"Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang. Itu tujuan bernegara," tegas Prabowo.
Di hadapan Presiden, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan, hingga awal 2026 Program Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik pada 34 provinsi.
Rinciannya meliputi 70 titik di Jawa, 35 di Sumatra, 28 di Sulawesi, 13 di Kalimantan, tujuh di Maluku, enam di Papua, serta tujuh di Bali dan Nusa Tenggara. Program ini melayani 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga pendidik.
"Semua yang kami laporkan adalah bagian dari upaya untuk menindaklanjuti arahan Bapak Presiden karena sekolah rakyat pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo," tegas Gus Ipul.
Sebagai mitra strategis, BNI berkontribusi pada penguatan operasional Sekolah Rakyat melalui penyediaan Agen46 Mini Bank, Bank Sampah, pembukaan rekening siswa, serta Kartu Siswa berbasis reader untuk absensi elektronik.
BNI juga menyiapkan sistem pengelolaan penyaluran dana dari Kementerian Sosial ke sekolah, payroll guru, transaksi mitra (catering dan laundry), serta dashboard monitoring keuangan sekolah yang seluruhnya cashless melalui QRIS dan BNIdirect.
Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho menegaskan, dukungan tersebut bertujuan menghadirkan layanan keuangan inklusif sekaligus mendorong tata kelola pendidikan yang akuntabel.
"Melalui dukungan ini, BNI ingin memastikan pengelolaan administrasi pendidikan di Sekolah Rakyat berjalan modern, transparan, dan efisien," ujar Eko.
Implementasi dukungan tersebut salah satunya terlihat di Sekolah Rakyat 9 Banjarbaru yang dilengkapi berbagai sarana penunjang pembelajaran, seperti gedung pendidikan, aula serbaguna, GOR, musala, amphitheater, hingga ruang makan untuk mendukung proses belajar yang berkelanjutan.
Dengan sinergi lintas kementerian dan BUMN, keterlibatan BNI dalam Program Sekolah Rakyat diharapkan mempercepat pemerataan akses pendidikan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Ke depan, dukungan berkelanjutan dari sektor perbankan menjadi kunci agar program ini memberikan dampak nyata dan inklusif bagi generasi penerus bangsa.
(ory/ory)[Gambas:Video CNN]