Harga Minyak Melejit Buntut Kekhawatiran Gangguan Pasokan Iran
Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Selasa (13/1), didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari Iran, meskipun prospek kembalinya ekspor minyak Venezuela mengerem kenaikan harga lebih jauh.
Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent naik 28 sen atau 0,4 persen menjadi US$64,15 per barel. Sementara minyak mentah U.S. West Texas Intermediate (WTI) menguat 28 sen atau 0,5 persen ke US$59,78 per barel, mencatat level tertinggi sejak 8 Desember 2025.
Kenaikan harga ini terjadi di tengah aksi besar-besaran anti-pemerintah di Iran, salah satu produsen utama minyak dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), yang memicu kekhawatiran bahwa pasokan minyak global bisa terganggu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memperingatkan kemungkinan tindakan militer ke Iran, jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut. Ia dijadwalkan bertemu penasihat senior untuk membahas opsi kebijakan terkait Iran.
Selain itu, Trump juga menyatakan setiap negara yang melakukan bisnis dengan Iran akan dikenakan tarif 25 persen atas transaksi dengan AS, meningkatkan tekanan geopolitik di pasar energi.
Kenaikan harga minyak dipengaruhi oleh risiko geopolitik ini, bahkan saat pasar juga mempertimbangkan potensi pasokan tambahan dari Venezuela, yang diperkirakan akan segera kembali mengekspor minyak setelah lengsernya Presiden Nicolas Maduro.
Trump sebelumnya mengatakan pemerintah Caracas akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak yang terkena sanksi kepada Amerika Serikat, mendorong perlombaan di antara perusahaan minyak untuk mengatur pengiriman dari pelabuhan Venezuela.
Dalam catatan analis Barclays, gejolak di Iran telah menambah premi risiko geopolitik sebesar sekitar US$3-US$4 per barel terhadap harga minyak.
Namun, meskipun harga minyak naik dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran mengenai pasokan global yang lebih luas, termasuk dampak dari rencana ekspor Venezuela, tetap menjadi faktor pembatas kenaikan harga secara tajam.
(ldy/pta)