Respons Luhut, Toba Pulp Lestari Bantah Rusak Alam Sumatra

CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 20:28 WIB
PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) membantah pernyataan Ketua DEN Luhut Pandjaitan telah rusak alam dalam operasinya, termasuk di kawasan Tapanuli. ( Tangkapan layar instagram @tobapulplestari).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) buka suara soal pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan yang mengaitkan aktivitas mereka dengan
isu kerusakan lingkungan di wilayah Tapanuli.

Direktur TPL Anwar Lawden mengklaim sejak awal beroperasi, perusahaannya menjalankan kegiatan usaha berdasarkan kerangka perizinan resmi pemerintah, termasuk persetujuan lingkungan, Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKUPHHK).

Tak hanya itu, perusahaannya juga mendapatkan pengawasan rutin dari instansi terkait.

"Seluruh operasional perusahaan mengacu pada prinsip pengelolaan hutan lestari, kehati-hatian ekologis, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, terdokumentasi, dan diawasi secara konsisten," ujar Anwar dalam keterangan resminya Selasa (13/1).

Ia juga mengatakan tuduhan yang menyebut operasional TPL sebagai perusak lingkungan dan penyebab bencana ekologi tidak didukung oleh temuan faktual.

Seluruh kegiatan Perseroan telah dilakukan sesuai dengan izin dan ketentuan pemerintah, serta kebijakan keberlanjutan (sustainability) perusahaan.

Luhut menyebut kehadiran TPL di Tanah Sumatra hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Tak hanya itu, keberadaan TPL juga merusak lingkungan. Kehadiran TPL membuat kawasan hutan sekitar menjadi rusak.

Menurutnya, sejak 2001, dia menyaksikan sendiri keluhan masyarakat tentang Danau Toba semakin keruh dan berbau akibat aktivitas TPL.

Karena masalah itu, ia karena itu menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut izin TPL.

Luhut mengaku sebenarnya telah menolak kehadiran TPL sejak 20 tahun lalu.

"Saya bukan hanya menentang (kehadiran TPL), Saya saran pada Presiden untuk dicabut. Masa kita dikontrol oleh satu orang saja yang mengontrol hampir 200 ribu hektare tanah di sana. Itu tidak benar," ujar Luhut dalam unggahan akun resmi Instagram @luhut.pandjaitan, Selasa (13/1).

"Menurut saya, tidak ada gunanya itu Toba Pulp di situ. Toba Pulp itu sudah cukup itu. Itu kan sudah nggak benar. Kalau ada orang nuduh saya punya saham (TPL), saham mana? Tunjukkin," jelas Luhut.

(agt/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK