Nestle Tarik Susu Formula di 49 Negara, Ada Indonesia?

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 12:41 WIB
Nestle menarik produk susu formula bayi di 49 negara, karena diduga terkontaminasi racun. Ilustrasi:(iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nestle menarik produk susu formula bayi di 49 negara untuk merek SMA, BEBA dan NAN. Hal itu dilakukan karena produk terkait diduga terkontaminasi racun.

Dampak yang ditimbulkan dari produk tersebut berupa mual dan muntah parah. Meskipun begitu, perusahaan mengklaim belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait produk dengan tiga merek itu.

"Hingga saat ini, belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait produk yang terlibat. Nestle menanggapi semua pertanyaan konsumen dengan sangat serius dan sedang menyelidikinya," kata perusahaan dilansir dari laman resmi Nestle, Rabu (14/1).

Usai terdeteksi adanya masalah kualitas pada bahan baku yang disediakan pemasok, Nestle juga telah melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat (ARA) dan campuran minyak terkait. Bahan-bahan tersebut digunakan dalam produksi nutrisi susu formula bayi yang berpotensi terpengaruh.

Di samping itu, perusahaan juga meyakinkan para orang tua dan pengasuh bahwa pihaknya sedang menerapkan tindakan tepat untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan konsumen.

"Kami berkoordinasi dengan pihak berwenang di negara-negara terkait untuk memastikan langkah yang perlu diambil," jelas perusahaan.

Penarikan susu formula bayi sudah dilakukan sejak Desember, khususnya produk yang dijual di seluruh Eropa, Turki dan Argentina. Produk di beberapa negara tersebut kemungkinan telah terkontaminasi cereulide, yakni racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus.

Indonesia tidak termasuk ke dalam daftar 49 negara penarikan susu formula bayi Nestle. Adapun daftar 49 negara yang terkena dampak penarikan dibagi ke dalam tiga kawasan, yakni Eropa, Amerika, dan kawasan Asia, Oceania dan Afrika.

Berikut daftar 49 negara yang terkena dampak penarikan produk susu formula Nestle:

- Eropa: Armenia, Austria, Azerbaijan, Belarus, Belgium, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Georgia, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Kazakhstan, Lithuania, Macedonia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Inggris, Ukraina, dan Uzbekistan.

- Amerika: Argentina, Brasil, Chili, Meksiko, Paraguay, Peru dan Uruguay.

- Asia, Oceania dan Afrika: Australia, bagian Daratan China, China Raya, serta Daratan China untuk perdagangan online lintas batas (CBEC), Wilayah Administratif Khusus Hong Kong dan Daratan China, Timur Tengah dan Afrika Utara (Bahrain, Mesir, Iran, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab), Selandia Baru, Filipina, Afrika Selatan, Taiwan dan Daratan China, serta Vietnam.

Penarikan Terbesar Sepanjang Sejarah Nestle

Kementerian Kesehatan Austria mengatakan penarikan produk tersebut telah memengaruhi lebih dari 800 produk di 10 pabrik Nestle. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Di sisi lain, juru bicara Nestle tidak dapat memverifikasi angka tersebut.

Melansir investing.com, Nestle telah mengidentifikasi potensi risiko di salah satu pabrik di Belanda. Otoritas keamanan pangan Belanda, NVWA mengatakan investigasi Nestle menunjukkan bahan baku yang terkontaminasi telah digunakan di beberapa lokasi produksi, termasuk di luar Belanda.

(ins/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK