Nestle Tarik Susu Formula Bayi di Eropa Imbas Zat Beracun

CNN Indonesia
Selasa, 06 Jan 2026 20:00 WIB
Nestle menarik kembali susu formula bayi di sejumlah negara di Eropa lantaran produk berpotensi mengandung racun yang menyebabkan mual hingga kram perut.
Nestle menarik kembali susu formula bayi di sejumlah negara di Eropa lantaran produk berpotensi mengandung racun yang menyebabkan mual hingga kram perut. Ilustrasi. (iStockphoto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nestle menarik kembali susu formula bayi di sejumlah negara di Eropa. Pasalnya, produk tersebut berpotensi mengandung racun yang menyebabkan mual, muntah, dan kram perut.

Penarikan produk secara terbatas dilakukan terhadap batch tertentu sejak Desember 2025 lalu di Austria, Denmark, Finlandia, Jerman, Irlandia, Italia, Swiss, dan Inggris.

Kendati demikian, perusahaan mengumumkan belum ada laporan penyakit atau gejala yang dikonfirmasi terkait produk yang ditarik, yakni merek SMA, BEBA, dan NAN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah mendeteksi masalah kualitas pada bahan baku yang disediakan oleh pemasok utama, Nestle telah melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat dan campuran minyak yang digunakan dalam produksi produk nutrisi bayi yang berpotensi terpengaruh," ujar juru bicara Nestle pada Selasa (6/1), seperti dikutip CNA.

Penarikan produk juga dilakukan dengan peringatan kemungkinan adanya cereulide, racun yang diproduksi oleh beberapa strain bakteri bacillus cereus.

"Cereulide sangat stabil terhadap panas, artinya tidak mungkin dinonaktifkan atau dihancurkan oleh proses memasak, menggunakan air mendidih, atau saat membuat susu bayi," kata Badan Standar Pangan Inggris.

"Jika dikonsumsi, hal ini dapat menyebabkan timbulnya gejala secara tiba-tiba," tambahnya.

Kementerian Kesehatan Austria mengungkapkan penarikan produk melibatkan lebih dari 800 produk yang berasal lebih dari 10 pabrik Nestle. Kejadian ini merupakan penarikan produk terbesar dalam sejarah perusahaan.

Namun, pihak Nestle tidak dapat memverifikasi angka-angka tersebut Nestle pun telah mempublikasikan nomor batch produk yang dijual di berbagai negara yang tidak boleh dikonsumsi.

Selain itu, juru bicara Nestle juga mengatakan pihaknya sedang berusaha untuk meminimalkan gangguan pasokan yang mungkin terjadi. Risiko potensial juga telah diidentifikasi di salah satu pabriknya di Belanda.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)