Antam Bantah Ada Ledakan di Tambang Emas Bogor
PT Aneka Tambang (Antam) Tbk membantah informasi terjadi ledakan di tambang emas di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, imbas munculnya asap.
General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menegaskan tidak terjadi ledakan.
"Kami sampaikan informasi yang beredar tersebut tidak benar. Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah di level 600 di uruk yang terjadi pada Selasa 13 Januari sekitar pukul 00.30 WIB," katanya dalam video yang diunggah aku instagram @lapor_pakbupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan asap diduga berasal dari terbakarnya kayu stapling atau kayu penyangga. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan konsentrasi gas karbon monoksida di atas ambang yang dianggap aman bagi manusia, yaitu sebesar 25 parts per million (ppm).
Sedangkan pada saat kejadian nilainya mencapai 1.200 ppm. Menurutnya, kondisi tersebut sangat bahaya sehingga perlu ditangani.
"Sesuai prosedur keselamatan, kondisi ini harus direspons melalui penghentian sementara aktivitas di area terdampak. Penanganan dilakukan secara terukur dan bertahap. Seluruh karyawan berada dalam kondisi aman dan aktivitas operasional dalam kondisi terkendali," katanya.
"Antam menegaskan tidak ada ledakan dan kebocoran gas sebagaimana informasi yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak dalam area tambang," katanya.
Antam juga menegaskan tidak ada korban terjebak sebanyak 700 orang terjebak di area tambang. Ia menduga angka 700 merujuk pada nama salah satu portal yang sudah tidak digunakan Antam lagi untuk kegiatan pertambangan yaitu portal 700 euro.
Sebelumnya, Corporate Secretary PT Antam, Wisnu Danandi menegaskan tak ada ledakan di area tambang hingga ratusan orang terjebak di dalamnya.
"Antam memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang," katanya dalam keterangan tertulis.
Dia menerangkan video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.
"Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," katanya.
(fby/pta)