Ekonomi China Tumbuh 5 Persen pada 2025

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 15:31 WIB
Ekonomi China tumbuh 5 persen pada 2025. Angka ini sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah. Ilustrasi. (AFP/ADEK BERRY).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonomi China tumbuh 5 persen pada 2025. Angka ini sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah.

Melansir Reuters, Senin (19/1), pertumbuhan ini berkat lonjakan ekspor di tengah permintaan global terhadap barang-barang China yang mencapai rekor tertinggi.

Strategi ini membantu menutupi lemahnya konsumsi domestik dan mengurangi dampak tarif dari Amerika Serikat (AS).

Sejak sektor properti China runtuh pada 2021, pemerintah mulai lebih fokus mengarahkan sumber daya ke sektor industri, bukan ke konsumsi masyarakat.

Tujuannya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Namun, strategi ini membuat produksi dalam negeri berlebihan, sehingga banyak pabrik harus mencari pembeli di luar negeri.

Tahun lalu, ekspor China ke pasar global mencapai rekor tertinggi dan menghasilkan surplus perdagangan sebesar US$1,2 triliun, naik 20 persen dibanding 2024.

Meski ekspor ke AS turun sekitar 20 persen, pengiriman ke negara-negara lain justru melonjak tajam. Produsen China berhasil menemukan pasar baru untuk menghindari dampak tarif tinggi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.

"Kami sekarang berkembang pesat di Eropa dan Amerika Latin, jadi kami tidak lagi terlalu bergantung pada pasar itu," kata Dave Fong, pemilik bersama tiga pabrik di China selatan yang memproduksi berbagai barang.

Namun, keberhasilan para produsen China yang berorientasi ekspor berbanding terbalik dengan kelemahan yang terus berlanjut di sektor ekonomi dalam negeri.

Para analisis menilai jika Beijing tidak mampu mengalihkan kembali sumber daya ke sektor konsumsi dan memperkuat industri yang bergantung pada belanja masyarakat dalam negeri, maka pertumbuhan ekonomi China berisiko melambat tajam di masa depan.

Tahun ini, China diperkirakan akan menargetkan pertumbuhan sekitar 5 persen lagi, tapi survei Reuters memperkirakan laju pertumbuhan 2026 akan turun menjadi 4,5 persen.

(fby/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK