BI: Juda Agung Ajukan Mundur dari Deputi Gubernur Sejak 13 Januari

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 22:12 WIB
Juda Agung mundur dari jabatan Deputi Gubernur BI. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juda Agung mengundurkan diri dari kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan Juda sudah mundur sejak 13 Januari 2026.

"Kami mengkonfirmasi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal 13 Januari 2026," kata Ramdan lewat keterangan tertulis, Senin (19/1).

Ramdan menambahkan atas kekosongan jabatan Deputi Gubernur tersebut maka Gubernur Bank Indonesia telah merekomendasikan calon kepada Presiden.

"Selanjutnya, Presiden mengusulkan dan mengangkat Deputi Gubernur terpilih sebagaimana persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat," katanya.

Menurut Ramdan pengajuan calon tersebut diatur pada Pasal 41, Pasal 48, dan Pasal 50 UU Bank Indonesia sebagaimana terakhir diubah oleh UU No. 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Lebih lanjut, Ramdan mengayakan Bank Indonesia akan tetap fokus pada tugas utama untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah, memelihara kelancaran sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Termasuk saat ini Bank Indonesia akan fokus pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Januari 2026 yang keputusannya akan diumumkan pada Rabu, 21 Januari 2026," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons soal rumor Wamenkeu Thomas Djiwandono diusulkan menjadi salah satu calon pengganti Juda ke DPR.

"Itu bermulai dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur," ujar Prasetyo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/1), seperti dikutip DetikFinance.

"Namanya atas nama pak Juda (Juda Agung)," sambungnya saat ditanya media.

Prasetyo mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden ke DPR untuk mengajukan tiga nama termasuk Thomas untuk uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).

"Ada beberapa nama yang dikirimkan salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah pak Wamenkeu atas nama pak Tommy (Thomas Djiwandono)," ujarnya.

Terkait dua nama lainnya, Prasetyo belum membeberkan karena harus memastikan kembali daftar lengkap kandidat yang diajukan ke DPR.

(tim/dal)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK