Harga Minyak Dunia Anjlok, Pasokan Kazakhstan dan Stok AS Jadi Sorotan

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 10:38 WIB
Harga minyak dunia anjlok lebih dari 1 persen seiring meredanya risiko gangguan pasokan dari Kazakhstan dan perkiraan kenaikan stok crude AS.
Harga minyak dunia anjlok lebih dari 1 persen seiring meredanya risiko gangguan pasokan dari Kazakhstan dan perkiraan kenaikan stok crude AS. (Dok. AKR Corporindo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia anjlok lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (21/1), seiring meredanya risiko gangguan pasokan dari Kazakhstan dan perkiraan kenaikan persediaan minyak mentah (crude) Amerika Serikat (AS).

Tekanan harga juga datang dari sentimen geopolitik menyusul ancaman tarif baru AS terkait ambisinya menguasai Greenland.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 79 sen atau 1,22 persen ke level US$64,13 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 64 sen atau 1,06 persen menjadi US$59,72 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelemahan harga ini terjadi meski sehari sebelumnya kedua kontrak sempat menguat hampir US$1 per barel setelah Kazakhstan menghentikan sementara produksi di ladang minyak Tengiz dan Korolev akibat gangguan distribusi listrik. Data ekonomi China yang kuat juga sempat menopang harga pada sesi sebelumnya.

Namun, analis menilai penghentian produksi di dua ladang besar Kazakhstan tersebut bersifat sementara. Produksi di Tengiz, salah satu ladang minyak terbesar di dunia, dan Korolev diperkirakan masih terhenti selama tujuh hingga 10 hari ke depan.

Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan tekanan penurunan harga tetap berlanjut karena pasar fokus pada potensi kenaikan stok minyak mentah AS dan ketegangan geopolitik global.

"Penghentian produksi di Tengiz dan Korolev bersifat sementara, sementara tekanan dari perkiraan kenaikan persediaan minyak mentah AS serta ketegangan geopolitik akan terus berlanjut," ujarnya.

Dari sisi geopolitik, pasar juga mencermati ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif baru terhadap negara-negara Eropa jika tidak tercapai kesepakatan terkait upaya AS mengambil alih Greenland. Trump menegaskan tidak ada jalan mundur dari target tersebut.

Data persediaan mingguan dari American Petroleum Institute (API) dijadwalkan rilis pada Rabu malam waktu setempat, disusul laporan resmi Energy Information Administration (EIA) pada Kamis. Jadwal rilis mundur sehari karena libur federal AS pada Senin.

Meski kenaikan stok dinilai negatif bagi harga minyak, analis senior Eurasia Group Gregory Brew menyebut potensi kembali memanasnya ketegangan AS-Iran dapat menopang harga. Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran menyusul tindakan keras pemerintah Teheran terhadap demonstrasi anti-pemerintah.

"Meski AS menahan diri untuk tidak langsung menyerang Iran, ketegangan diperkirakan tetap tinggi seiring pengerahan aset militer tambahan AS ke Timur Tengah dan mandeknya upaya diplomasi," tulis Brew dalam catatannya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)