Purbaya dan Bos BI Sarapan Bareng di Istana di Tengah Pelemahan Rupiah

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 12:47 WIB
Purbaya sarapan bersama Bos BI Perry Warjiyo di kawasan Istana Kepresidenan, pagi tadi, Rabu (21/1) sambil membahas pelemahan nilai tukar rupiah.
Purbaya sarapan bersama Bos BI Perry Warjiyo di kawasan Istana Kepresidenan, pagi tadi, Rabu (21/1) sambil membahas pelemahan nilai tukar rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sarapan bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pagi tadi, Rabu (21/1), di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang semakin mendekati level Rp17 ribu.

Purbaya mengatakan pertemuannya dengan Perry dalam rangka memenuhi undangan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ada anggota DPR juga yang hadir dalam agenda itu.

Ia mengaku berdiskusi macam-macam dengan Bos BI, termasuk sinkronisasi kebijakan dalam menjaga nilai tukar rupiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lakukan sinkronisasi kebijakan, saya akan membenahi fiskal dan perekonomian Pak Gubernur BI akan memastikan mengambil langkah yang perlu untuk menjaga nilai tukar," kata Purbaya.

Menurutnya, ia dan Perry akan fokus di pekerjaan masing-masing. BI dinilai Purbaya sudah mengambil langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"Saya pikir dia akan mengendalikan hal itu dengan baik. Nggak ada masalah lagi," imbuhnya.

Purbaya juga menegaskan urusan nilai tukar rupiah merupakan tugas dan wewenang BI.

"Saya percaya Bank Indonesia akan mengambil langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Purbaya.

Kemarin, Purbaya sempat mengklaim bisa membalikkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah hanya dalam semalam.

Beberapa waktu terakhir, rupiah kian tertekan terhadap dolar AS, bahkan semakin mendekati level Rp17 ribu per dolar AS. Purbaya mengaku tahu betul penyebab utama nilai tukar rupiah mengalami tekanan seperti saat ini.

Namun menurutnya, bukan kapasitas Menkeu untuk menjelaskan itu ke publik, lantaran bukan pejabat bank sentral yang memiliki mandat untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

"Saya tahu betul alasannya kenapa (rupiah melemah) dan memperbaikinya dua hari, semalam dua malam selesai itu. Tapi saya bukan bank sentral," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

"Anda tanya ke bank sentral, nanti saya dipancing-pancing masuk situ terus lagi. Nanti saya kelepasan, ribut lagi di luar. Kalau saya, tahu alasannya," ucap Purbaya.

Ia juga heran nilai tukar rupiah jeblok di saat aliran dana yang masuk ke Indonesia melalui pasar modal mengalir deras.

"Ketika kapital masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Coba tanya mereka deh, karena saya enggak bisa intervensi untuk menjelaskan, nah itu kan otoritas bank sentral," katanya.

[Gambas:Video CNN]

(mnf/pta)