Rupiah Menguat ke Rp16.936 per Dolar AS usai BI Tahan Suku Bunga
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.936 per dolar AS pada Rabu (21/1) sore. Mata uang Garuda menguat 20 poin atau 0,12 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.963 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,17 persen, baht Thailand melemah 0,17 persen, yuan China melemah 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,31 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,66 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar Singapura juga menguat 0,03 persen dan dolar Hong Kong terpantau menguat 0,03 persen pada penutupan perdagangan sore ini.
Senada, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Tercatat euro Eropa melemah 0,12 persen, poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, dan franc Swiss menguat 0,23 persen.
Dolar Australia menguat 0,25 persen, dan dolar Kanada juga menguat 0,04 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia menjaga likuiditas agar tetap aman di pasar.
"Rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS setelah dalam RDG, pernyatan BI dipandang less dovish, BI masih perlu mencermati peluang untuk memangkas suku bunga dan peluang ini ditafsir sebagai tekanan pada rupiah. Sehingga data-data ekonomi seperti inflasi mungkin tidak akan lagi menjadi faktor," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(ldy/sfr)