Dukung Ekonomi Hijau, RI Resmi Gabung Koalisi Global Pasar Karbon

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 20:55 WIB
Indonesia resmi bergabung sebagai anggota Koalisi Global Pengembangan Pasar Karbon (The Coalition to Grow Carbon Markets/ CGCM).
Indonesia resmi bergabung sebagai anggota Koalisi Global Pengembangan Pasar Karbon (The Coalition to Grow Carbon Markets/ CGCM). (Dok. Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia resmi bergabung sebagai anggota Koalisi Global Pengembangan Pasar Karbon (The Coalition to Grow Carbon Markets/ CGCM).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan itu dalam diskusi meja bundar bertajuk Advancing Indonesia-UK Collaboration on High-Integrity Carbon Markets di kantor pusat Standard Chartered, London, Inggris.

"Hari ini Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bergabung dengan The Coalition to Grow Carbon Markets, mewakili sektor kehutanan Indonesia," ujar Raja Juli dalam keterangannya, Rabu (21/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koalisi ini diluncurkan pada London Climate Action Week pada Juni 2025. Koalisi ini telah meluncurkan Shared Principles for Growing High-Integrity Use of Carbon Credits pada COP30 di Brasil.

Kemenhut bergabung bersama 10 pemerintah anggota koalisi lain yang berkomitmen memajukan aksi iklim lewat peningkatan pemanfaatan kredit karbon berintegritas tinggi oleh dunia usaha.

Sepuluh pemerintahan itu terdiri dari Kanada, Prancis, Panama, Peru, Swiss, Selandia Baru, dan Zambia, serta para Ketua Bersama Koalisi Kenya, Singapura, dan Inggris.

Raja Juli menyampaikan kekayaan alam Indonesia seperti hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ekosistem mangrove yang luas, serta lahan gambut tropis yang besar menjadikan RI memiliki modal alam yang signifikan.

Ia menyatakan hal itu disertai dengan pengalaman, Indonesia dapat berkontribusi besar dalam upaya global dalam mencapai target iklim.

Raja Juli menyampaikan kesiapannya bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki visi serupa untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi dari sektor kehutanan dan solusi berbasis alam.

"Guna mendukung pertumbuhan hijau, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia," ujarnya.

Ia juga menyampaikan pasar kredit karbon berintegritas tinggi memiliki potensi besar mendukung pengembangan solusi berbasis alam di Indonesia, menurunkan emisi, melestarikan keanekaragaman hayati, serta mendorong pertumbuhan hijau.

Sementara itu, perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim Rachel Kyte menyampaikan pasar karbon dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan kemajuan menuju target iklim negara.

Ia juga menyambut baik bergabungnya Indonesia dalam The Coalition to Grow Carbon Markets ini.

"Upaya Indonesia dalam solusi berbasis alam akan memastikan Koalisi membantu mendorong investasi sektor swasta ke dalam proyek-proyek berintegritas tinggi yang melestarikan hutan, mengurangi emisi, dan memajukan pembangunan berkelanjutan," ucap Kyte.

Lebih lanjut, CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro OBE menambahkan keikutsertaan Indonesia dalam koalisi ini dapat membawa dampak positif ke depan.

"Permintaan terhadap pasar kredit karbon berintegritas tinggi, khususnya yang mendukung solusi berbasis alam," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]

(mnf/sfr)