Bulog Jamin Batas Beli Beras SPHP Jadi 5 Pak Tak Bikin Gejolak Harga

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 21:15 WIB
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kebijakan menaikkan batas maksimal pembelian beras program SPHP menjadi lima pak per orang tidak akan menimbulkan gejolak harga.. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kebijakan menaikkan batas maksimal pembelian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi lima pak per orang tidak akan menimbulkan gejolak harga.

"Enggak ada (kekhawatiran harga mahal), aman," kata Rizal di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).

Ia menegaskan Bulog siap menjalankan kebijakan itu karena sistem distribusi SPHP telah tergelar dengan baik di lapangan.

Rizal menyebut perubahan dari maksimal dua pak menjadi lima pak per orang tidak menimbulkan kendala teknis.

"Udah siap kita, enggak ada masalah. Jadi sekarang tidak dibatasi dua pak lagi, tapi boleh jadi lima pak," ujarnya.

Dirinya juga memastikan beras SPHP dengan batas pembelian baru itu bisa diakses masyarakat melalui seluruh kanal penjualan, tanpa pengecualian.

"Semuanya, sampai ritel modern. Jangankan di ritel modern, di mana-mana boleh," katanya.

Rizal menjelaskan kenaikan batas pembelian itu dilakukan seiring tingginya minat masyarakat untuk membeli beras SPHP dalam jumlah lebih banyak serta kondisi stok Bulog yang mencukupi.

"Banyak animo dari masyarakat pinginnya belinya banyak. Kemudian stok kita kan banyak, jadi biar cepat habis," katanya.

Terkait potensi tekanan harga akibat musim panen, Rizal menekankan penyaluran SPHP tetap diatur agar tidak mengganggu pasar. Ia menyebut volume SPHP akan disesuaikan, terutama di wilayah sentra produksi pangan.

"Untuk di luar daerah sentra produksi pangan, normal seperti biasa. Di sentra produksi pangan, pada saat panen kita kecilkan volumenya, nanti saat musim tanam kita besarkan lagi," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya menyatakan masyarakat dapat membeli beras SPHP maksimal lima pak per orang mulai Februari 2026. Pada Januari, kebijakan lama masih berlaku, yakni maksimal dua pak per orang.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyebut alokasi SPHP beras untuk 2026 mencapai 1,5 juta ton sepanjang tahun, sehingga tidak ada jeda penyaluran kepada masyarakat.

Pemerintah juga memastikan distribusi SPHP tetap selektif saat panen raya agar harga beras umum tetap stabil.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, produksi beras pada Februari 2026 diperkirakan mencapai 2,98 juta ton, dengan puncak panen raya pada Maret-April yang masing-masing dapat menyentuh sekitar 5 juta ton.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK