InJourney Beber Dampak Perang di Timur Tengah ke Pariwisata RI

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 03:30 WIB
InJourney tetap optimistis sektor pariwisata dalam negeri tetap menarik bagi wisatawan di tengah perang di Timur Tengah yang kian memanas.
InJourney tetap optimistis sektor pariwisata dalam negeri tetap menarik bagi wisatawan di tengah perang di Timur Tengah yang kian memanas. Ilustrasi. (iStock/ultramarinfoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau InJourney tetap optimistis sektor pariwisata dalam negeri tetap menarik bagi wisatawan di tengah perang di Timur Tengah yang kian memanas.

Kendati, Direktur Commercial InJourney Veronica Sisilia mengakui kondisi di Timteng pasti akan mempengaruhi industri pariwisata, termasuk penerbangan. Salah satunya, risiko pembatalan penerbangan internasional.

"Yang terjadi sampai hari ini volatilitas di harga energi, nilai tukar dan lain sebagainya sudah pasti itu impact ke kita semua, sama-sama paham," ujar Veronica dalam konferensi pers terkait kesiapan InJourney Hospitality dalam menyambut libur Lebaran 2026, Senin (9/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Veronica, meski terdampak, ketahanan pariwisata nasional didukung oleh pasar domestik yang besar. Karenanya, ia meyakini pariwisata RI akan tetap tumbuh.

InJourney sendiri tengah menyiapkan sejumlah program unggulan yang dapat meningkatkan industri pariwisata Tanah Air.

"Kami ingin semua orang menikmati lebaran ini dengan hati yang semangat pulang mudik, jalan-jalan, ngobrol ke keluarga, naik pesawat dan sebagainya itu yang kami tekankan untuk situasi saat ini," jelasnya.

Sepanjang 2025, InJourney mencatat jumlah wisatawan domestik mencapai sekitar 101 juta perjalanan dengan pertumbuhan sekitar 14,4 persen. Selain itu, jumlah wisatawan mancanegara yang tercatat sekitar 1,14 juta.

"Kita masih melihat forecast pertumbuhan wisatawan yang masuk di 2025 penutupan di Desember itu sekitar 14,4 persen. Kami berharap wisata domestik masih kuat," ujarnya.

Optimisme pariwisata akan tetap tumbuh tercermin dari tren okupansi destinasi dan hotel BUMN pada tahun ini yang diproyeksi tumbuh sekitar 15 persen, khususnya di kawasan Borobudur, Ratu Boko, dan Prambanan.

Sementara itu, hotel-hotel yang dikelola InJourney Hospitality diperkirakan mengalami pertumbuhan okupansi sekitar 10 persen.

"InJourney berharap dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi para wisatawan yang merayakan Idul Fitri bersama keluarga, baik melalui perjalanan mudik maupun kegiatan liburan," tegasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)