Bos BI Tak Segan Pakai Cadangan Devisa Demi Stabilkan Rupiah
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bank sentral siap menggunakan cadangan devisa (cadev) untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Langkah ini dilakukan guna meredam volatilitas dan memastikan pergerakan rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi.
Perry mengatakan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah didukung oleh posisi cadangan devisa yang kuat. Menurutnya, cadangan devisa Indonesia berada pada level yang lebih dari cukup untuk melakukan intervensi di pasar valas.
"Langkah-langkah stabilisasi nilai tukar ini didukung oleh kecukupan cadangan devisa. Cadev kami cukup besar dan lebih dari cukup lakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," ujar Perry dalam Konferensi Pers RDG Januari, Rabu (21/1).
Rupiah memang tengah tertekan, terutama pada penutupan Selasa (20/1) yang berada di level Rp16.956 per dolar AS. Kondisi ini membuat rupiah berada di level terburuk sepanjang sejarah.
Posisi terlemah mata uang Garuda sebelumnya terjadi pada 8 April 2025 yang tercatat Rp16.891 per dolar AS.
Ia menegaskan cadangan devisa tersebut memang disiapkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bank Indonesia, kata Perry, tidak ragu menggunakannya apabila diperlukan.
"Sebagaimana kami sampaikan, cadev memang kami kumpulkan dan tidak segan-segan kami gunakan untuk stabilisasi nilai tukar," ujarnya.
Dengan dukungan kebijakan tersebut, Perry optimistis pergerakan rupiah akan tetap terjaga.
Ia meyakini nilai tukar rupiah tidak hanya stabil, tetapi juga berpeluang menguat ke depan.
"Kami yakini rupiah akan stabil dan bahkan cenderung menguat," pungkasnya.
(ldy/sfr)