Pedagang Daging Sapi se-Jabodetabek Mogok Jualan hingga Sabtu, Kenapa?
Pedagang daging sapi dan rumah pemotongan hewan (RPH) di Jabodetabek mogok berjualan mulai hari ini (22/1) hingga Sabtu (24/1) mendatang.
Aksi mogok dagang ini merupakan bentuk protes atas mahalnya harga timbang sapi hidup di feedloter. Tingginya harga membuat daya beli masyarakat turun.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan harga sapi hidup yang mahal membuat harga karkas di rumah pemotongan hewan (RPH) ikut naik. Akibatnya, daya beli masyarakat ikut melemah,
"Maka, melalui surat ini maka kami memberitahukan bahwa seluruh anggota Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan," ujar Wahyu dalam surat pemberitahuan aksi ke Mabes Polri, yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (21/1).
Ia menuturkan sebelumnya asosiasi pedagang sudah rapat dengan Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan terkait tentang untuk menjamin kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan.
Namun nyatanya, imbuh Wahyu, jaminan kestabilan harga itu tidak terealisasi sehingga pedagang sapo dan RPH diseluruh Jabodetabek menggelar aksi protes dengan mogok dagang selama tiga hari.
"Kami berharap Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi," ujarnya.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS Nasional), rata-rata harga daging sapi kualitas I hari ini naik Rp7.00 menjadi Rp149.250 per kg. Sedangkan daging sapi kualitas II naik Rp5.000 menjadi Rp139.600 per kg.
(pta)