RI Kehilangan 2 Juta Barel Minyak Awal Tahun, Bahlil Sanksi Anak Buah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia insiden kebocoran pipa migas di wilayah Sumatra yang menyebabkan hilangnya potensi produksi minyak mentah sekitar 2 juta barel.
Insiden ini terjadi pada pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) karena aliran gas ke produksi minyak Blok Rokan sempat terhenti.
"Kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potential loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun," ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil menegaskan akan memberi sanksi kepada pejabat Kementerian ESDM dan BUMN terkait yang bertanggung jawas atas insiden tersebut.
"Jadi pipanya yang bocor, tapi ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait karena saya anggap itu sebuah betul terjadi kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami. Tapi, apapun ceritanya, itu kesalahan kami," tegasnya.
Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman sebelumnya mengatakan kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi beberapa waktu lalu sudah ditangani. Kini aliran gas ke produksi minyak blok Rokan kembali berjalan dengan kapasitas maksimal.
Laode mengatakan pemulihan aliran gas sebenarnya sudah sejak beberapa hari lalu, namun belum dibuka penuh demi mengutamakan keselamatan. Pasalnya, insiden kebakaran di pipa gas tersebut sudah terjadi dua kali.
"Flow-nya sudah dibuka semua maksimal dan tekanannya sudah berada pada tekanan yang layak untuk bisa mendapatkan gas ke tempat-tempat dimana gas tersebut terkirim, termasuk di Rokan," terang Laode di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (21/1) dikutip Detikfinance.
Laode mengatakan produksi minyak di Blok Rokan belum sepenuhnya pulih. Ia mengatakan berdasarkan komunikasi dengan pihak PT Pertamina Hulu Rokan bahwa pemulihan produksi akan terjadi dalam waktu dua hari lagi.
"Kemarin saya komunikasi Informasinya dalam 2 hari ke depan," katanya.
(fln/sfr)