Lifting Minyak Bumi Lewati Target APBN, Pertama dalam 10 Tahun

CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 10:25 WIB
Kementerian ESDM berhasil menorehkan rata-rata lifting minyak bumi sepanjang 2025 mencapai 605,3 ribu barel minyak per hari, melebihi target dalam APBN.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan pada konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil menorehkan rata-rata lifting minyak bumi sepanjang 2025 dengan mencapai 605,3 ribu barel minyak per hari (MBOPD), melebihi target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN), yakni sebesar 605 MBOPD.

Capaian lifting minyak ini kali pertama mengalami kenaikan dalam sembilan tahun terakhir. Angka rata-rata lifting minyak sebesar 605,3 ribu barel per hari adalah termasuk Natural Liquid Gas (NGL) dan kondensat yang diproduksi PT Donggi Senoro LNG.

"Alhamdulillah, target kita hari ini, itu mencapai 605,3 ribu barel atau sama dengan 100,05 persen. Jadi target lifting kita, Alhamdulillah mencapai target, bahkan melampaui sekalipun ini sedikit," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menyebut kali terakhir target lifting minyak pada APBN tercapai adalah pada 2016, yakni mencapai 829 ribu barel per hari. Setelahnya lifting minyak mengalami penurunan sampai 580 ribu barel pada 2024.

"Pertama itu kenaikan lifting kita itu di 2008, itu karena ada [lapangan] Banyu Urip. Kemudian 2015-2016, setelah itu tidak pernah lagi lifting kita mencapai target APBN. Alhamdulillah, kali ini kita tercapai," ucap Bahlil.

Ke depan, lifting minyak dan gas bumi (migas) akan dibidik meningkat secara gradual pada tahun-tahun mendatang hingga 1 juta barel per hari di tahun 2030.

Untuk mengakselerasi target ini, Kementerian ESDM akan mempercepat perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang kini masih dalam proses.

Selain itu Pemerintah juga akan melakukan langkah-langkah strategis lain untuk meningkatkan produksi migas. Pertama, percepatan pelaksanaan eksplorasi melalui penawaran 61 wilayah kerja baru bagi pelaku usaha.

Kedua, pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Enhanced Oil Recovery (EOR) dan horizontal fracking untuk meningkatkan perolehan minyak. Ketiga, penyederhanaan regulasi di sektor hulu migas, termasuk evaluasi insentif dan integrasi perizinan agar proses investasi dan produksi berjalan lebih cepat dan efisien.

(har)