BTN Expo 2026 Bawa Konsep Beyond Mortgage, Dorong Layanan Gaya Hidup

BTN | CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 10:58 WIB
Ilustrasi. (Foto: Arsip BTN)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menyelenggarakan BTN Expo 2026 pada 28 hingga 31 Januari 2026 di Jakarta International Convention Center. Acara ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai bank yang melayani kebutuhan di luar pembiayaan perumahan.

Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menyatakan bahwa pameran ini menjadi wujud transformasi perusahaan menjadi bank yang lebih modern. Fokus bisnis kini tidak hanya pada kredit rumah, tetapi juga mencakup gaya hidup dan ekosistem bisnis yang terintegrasi.

"Melalui BTN Expo 2026, kami ingin mempertegas positioning BTN sebagai bank yang melayani beyond mortgage, tidak hanya fokus pada kredit pemilikan rumah (KPR)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1).

BTN Expo 2026 mengusung tema 'Build, Battle, and Beat' dengan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung bagi pengunjung. Mulai dari Awarding BTN Housingpreneur 2025, hingga Property Expo.

Di samping pameran properti, acara ini menyertakan program rekrutmen talenta baru BTN Hiring, dan kompetisi pendidikan bagi generasi muda, BTN Champions Arena by Ruangguru. Sektor gaya hidup turut dimeriahkan melalui festival kuliner nusantara dan produk fesyen dari berbagai daerah.

Pengunjung dapat menikmati hidangan khas seperti Sate Mak Syukur (Padang), Gudeg Yuk Djum (Yogyakarta), Dudung Roxy (Jakarta), Rawon Setan (Surabaya), Bebek Sinjay (Madura), Oseng Mercon Bu Narti (Yogyakarta), dan berbagai UMKM kuliner Nusantara lainnya.

Acara ini juga akan menampilkan konser musik dari sejumlah musisi populer Indonesia seperti Juicy Luicy, Maliq & D'Essentials, Bunga Citra Lestari (BCL), Isyana Sarasvati, Bernadya, RAN, Sal Priadi, hingga Marcello Tahitoe. Kehadiran para artis ini bertujuan memberikan pengalaman yang menarik bagi masyarakat yang hadir.

Ramon menegaskan, BTN Expo 2026 diharapkan menjadi wadah interaksi produktif antara pelaku industri dan masyarakat. Selain memperluas peluang bisnis, agenda ini juga memperkuat peran BTN dalam mendukung gaya hidup serta kebutuhan finansial masyarakat secara lebih luas.

"BTN Expo 2026 terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis oleh seluruh masyarakat untuk bisa menikmati konser musik, sambil berbelanja, kulineran, sekaligus melihat berbagai pilihan hunian impian," imbuh dia.

Puncak acara akan ditandai dengan penganugerahan BTN Housingpreneur pada 31 Januari 2026. Kompetisi ini telah menyaring 60 peserta paling inovatif dari 1.171 pendaftar yang ikut berpartisipasi dalam berbagai kategori.

Kategori lomba mencakup Rumah Nusantara, House Design, House Related Innovation, House Value Chain Innovation, House Technology Innovation, Affordable House Development, serta Commercial Residential. Proses seleksi dilakukan secara ketat untuk menjamin kualitas ide yang diajukan oleh para peserta.

Ramon memastikan, proses seleksi berlangsung ketat. Menurutnya, kualitas ide yang disampaikan peserta semakin matang, sehingga membuat suasana penjurian semakin kompetitif.

"Banyak gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga realistis untuk menjawab tantangan di sektor perumahan. Karena itu, penjurian dilakukan secara cermat dan objektif," papar dia.

Dalam ajang ini, dewan juri dibagi ke dalam dua kategori. Juri Design and Architecture terdiri atas Chief Editor Archinesia Imelda Akmal, CEO Arkadia Group Wiza Hidayat, Managing Partner Ago Architect Osrithalita Gabriela, serta Stakeholder Relation Department Head I Putu Aditya Widiatama.

Sementara itu, juri Housing Innovation diisi oleh CEO Baliola I Putu Gede Rahman Desyanta, Founder & CVO Bardi Smart Home Ryan Maurice Talullah, Associate Professor Departemen Desain Produk Industri ITS sekaligus Managing Director Design Center ITS Agus Windharto, serta SME Credit Program Department Head BTN Royansyah Putra Ginting.

Imelda mengatakan komposisi juri yang terdiri atas arsitek, pakar green building, dan perwakilan BTN sangat ideal untuk menilai desain hunian secara komprehensif. Penilaian tidak hanya dilakukan dari sudut pandang desain dan arsitektur semata, tetapi juga mencakup kelayakan produksi, kelayakan bisnis, serta kelayakan pembiayaan.

Menurut dia, karena kompetisi ini berfokus pada isu hunian dan tempat tinggal, kehadiran arsitek dalam jajaran juri menjadi penting untuk menjaga kualitas perancangan. Di sisi lain, perspektif green building serta pembiayaan dari BTN memastikan ide-ide yang dihasilkan tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga realistis dan dapat diterapkan.

"Banyak ide yang bagus, penuh lompatan pemikiran, inovatif, serta menawarkan solusi yang sangat relevan untuk diaplikasikan di masyarakat. Bahkan berpotensi untuk didanai oleh BTN," pungkasnya.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK