Prabowo Pede Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Bikin Dunia Terkejut
Presiden Prabowo Subianto optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membuat dunia terkejut.
Prabowo mengatakan optimisme itu berdasarkan pada bukti bahwa ekonomi Indonesia masih tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.
"Saya yakin pertumbuhan kami, pertumbuhan ekonomi kami, akan secara signifikan mengejutkan banyak pihak di dunia," ujar Prabowo dalam pidatonya di pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Ia mengatakan saat ini memang dunia tengah menghadapi berbagai gejolak, seperti pengetatan kondisi keuangan, peningkatan tensi perdagangan, dan ketegangan geopolitik. Kendati demikian, Prabowo melihat ekonomi Indonesia masih kokoh dalam menghadapi berbagai guncangan tersebut.
Sebagai contoh, Prabowo menyinggung inflasi tahunan Indonesia yang stabil di kisaran 2 persen, defisit APBN di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, Indonesia juga mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen dalam satu dekade terakhir.
"Dan saya yakin tahun ini pertumbuhan (ekonomi) kami akan lebih tinggi," tuturnya.
Prabowo menyebut optimisme terkait pertumbuhan ekonomi RI tersebut bukanlah keyakinan yang tanpa dasar. Beberapa laporan dari lembaga internasional mengakui ketangguhan ekonomi Indonesia.
Ia mencontohkan International Monetary Fund (IMF) pada November 2025 mengatakan Indonesia merupakan titik terang (bright spot) di tengah tingginya ketidakpastian global, serta tensi dagang yang kian memanas.
"Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui ekonomi Indonesia tangguh," ujar Prabowo.
Ia juga menyebut stabilitas ekonomi Indonesia tidak terjadi secara kebetulan. Ketangguhan itu tercipta karena Indonesia selama ini lebih memilih bersatu dan berkolaborasi, dibanding perpecahan.
"Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga," pungkasnya.
(pta)