Pelita Air Tebar Diskon Tiket Pesawat 56 Persen Sabtu Besok
Maskapai penerbangan milik PT Pertamina (Persero), Pelita Air, menebarkan diskon tiket pesawat sebesar 56 persen ke berbagai rute di Indonesia. Program ini berlaku 1 hari yaitu pada 24 Januari 2026 untuk periode keberangkatan 1-28 Februari 2026.
Promo diberikan dalam rangka merayakan peringatan ulang tahun Pelita Air ke-56. Pembelian tiket bisa dilakukan melalui situs resmi dan aplikasi Pelita Air.
Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan menyampaikan perayaan HUT ke-56 ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk terus memperkuat perannya di industri penerbangan nasional.
"Memasuki usia ke-56, Pelita Air terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan penerbangan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, serta nilai tambah bagi pelanggan. Program harga spesial ini kami hadirkan sebagai bentuk terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayai Pelita Air sebagai pilihan perjalanan udara," ujar dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1).
Selain menghadirkan promo harga, Dendy menekankan Pelita Air akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui armada yang modern, ketepatan waktu, serta pelayanan kabin yang ramah dan profesional.
Menurutnya, untuk memastikan kenyamanan penumpang, Pelita Air dilengkapi dengan signature meal on board dengan cita rasa khas Indonesia. Seluruh penerbangan Pelita Air juga dioperasikan dengan standar keselamatan dan keamanan yang tinggi sesuai regulasi penerbangan yang berlaku.
"Kami berharap Pelita Air dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan mempertahankan kualitas layanan yang telah ada, sekaligus menghadirkan inovasi dan peningkatan pelayanan yang semakin maksimal bagi seluruh penumpang," jelas Dendy.
Tak hanya itu, Dendy menyebutkan Pelita Air juga menyiapkan sejumlah kejutan menarik yang menanti para penumpang pada rute-rute tertentu melalui sejumlah aktivitas menarik di udara.
"Dengan semangat 'HUT ke-56: Terbang Tinggi Untuk Indonesia', Pelita Air optimistis dapat terus tumbuh dan berkontribusi dalam mendukung konektivitas antar wilayah di Indonesia serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian nasional," pungkasnya.
(ldy/sfr)