Trump Ancam Tarif 100% ke Kanada Jika Berdagang dengan China

CNN Indonesia
Minggu, 25 Jan 2026 21:40 WIB
Presiden AS Donald Trump mengancam mengenakan tarif baru 100 persen terhadap Kanada jika Ottawa tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif baru sebesar 100 persen terhadap impor asal Kanada jika Ottawa menjalin kesepakatan dagang dengan China.

Mengutip CNN, Minggu (25/1), ancaman itu disampaikan Trump pada Sabtu (24/1) dan berpotensi memperlebar ketegangan hubungan antara dirinya dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Kanada merupakan mitra dagang terbesar kedua Amerika Serikat.

Trump bahkan menyebut Carney sebagai 'gubernur', istilah yang juga pernah ia gunakan untuk mantan Perdana Menteri Justin Trudeau, merujuk pada pernyataannya yang berulang kali menyebut Kanada seharusnya menjadi negara bagian ke-51 AS.

"Jika Gubernur Carney berpikir ia akan menjadikan Kanada sebagai 'Drop Off Port' bagi China untuk mengirimkan barang dan produk ke Amerika Serikat, maka ia sangat keliru," tulis Trump di Truth Social.

"China akan memakan Kanada hidup-hidup, benar-benar melahapnya, termasuk menghancurkan bisnis mereka, tatanan sosial, dan cara hidup secara umum," imbuhnya.

Dalam unggahan berikutnya, Trump menegaskan bahwa dunia tidak membutuhkan China dan menekankan ia tak akan pernah bisa bekerja sama dengan Kanada.

Pernyataan tersebut menjadi berbalik arah dibandingkan sikap Trump sebelumnya. Pada 16 Januari lalu, Trump sempat mengatakan bahwa akan menjadi hal yang baik jika Carney menandatangani kesepakatan dagang dengan China.

Ancaman Trump muncul setelah Carney awal bulan ini bertemu Presiden China Xi Jinping dan menyepakati sejumlah kemitraan strategis baru, salah satunya Kanada melonggarkan tarif kendaraan listrik asal Beijing dan membuka akses hingga 49 ribu unit mobil listrik China per tahun ke pasar domestik.

China juga diperkirakan akan menurunkan hambatan tarif untuk sejumlah komoditas Kanada seperti kanola, lobster, dan kacang polong.

Menteri Keuangan Kanada Dominic LeBlanc menegaskan bahwa tidak ada upaya untuk membentuk perjanjian perdagangan bebas dengan China.

"Kanada dan Amerika Serikat telah membangun kemitraan luar biasa di bidang ekonomi dan keamanan, dan kami akan memastikan hubungan ini terus menguntungkan pekerja dan pelaku usaha di kedua negara," tulis LeBlanc di media sosial X.

Ancaman tarif itu juga datang setelah Carney menyampaikan peringatan di World Economic Forum, Davos, bahwa negara-negara kuat mulai menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata, tarif sebagai alat tekan, dan rantai pasok sebagai kerentanan yang bisa dieksploitasi.

(ldy/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK