IHSG Diproyeksi Lunglai Awali Pekan Terakhir Januari
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (26/1).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG masih rawan melemah, meski berpeluang menguat terbatas.
Menurutnya, saat ini indeks saham berada pada fase wave [iv] dari wave 5, sehingga koreksi masih mungkin terjadi di area 8.708-8.790, sementara penguatan diperkirakan hanya menguji 8.960-8.985.
"IHSG masih berada pada wave [iv] dari wave 5 sehingga rawan terkoreksi," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 8.852, 8.816 dan resistance 9.093, 9.120 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ANTM, GTSI, HRTA, dan TOBA.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan indeks saham berpotensi melanjutkan tren turun jika hari ini masih bergerak di bawah level 9.005, dengan target support di area 8.770-8.790.
Namun, jika mampu menembus 9.005, IHSG berpeluang menguji kembali resistance di 9.100.
"Selama IHSG berada di bawah 9.005, tren penurunan masih berlanjut," ujar Ivan.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 8.773, 8.619, dan 8.525 dan resistance 9.005, 9.174, 9.261, dan 9.335 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni GOTO, INKP, KLBF, MDKA, dan PGEO.
IHSG ditutup di level 8.951 pada perdagangan Jumat (23/1) sore. Indeks saham melemah 41,17 poin atau minus 0,46 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp32 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 64,14 miliar saham.
Pada penutupan pekan lalu, 191 saham menguat, 495 terkoreksi, dan 118 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/pta)