Rupiah Bekuk Dolar ke Rp16.782 Awal Pekan Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.782 per dolar AS pada Senin (26/1) sore. Mata uang Garuda menguat 38 poin atau 0,23 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.779 per dolar AS.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak di zona biru. Yen Jepang menguat 1,16 persen, baht Thailand melemah 0,05 persen, yuan China menguat 0,09 persen, peso Filipina menguat 0,22 persen, dan won Korea Selatan menguat 1,74 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar Singapura juga menguat 0,28 persen dan dolar Hong Kong terpantau menguat 0,01 persen pada penutupan perdagangan sore ini.
Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,23 persen, poundsterling Inggris menguat 0,15 persen, dan franc Swiss menguat 0,37 persen.
Dolar Australia menguat 0,42 persen, dan dolar Kanada juga menguat 0,13 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah didukung oleh sentimen dari internal maupun eksternal.
Pasalnya, dolar AS masih terus melemah oleh sentimen yang memburuk seputar bank sentral AS The Federal Reserves, terkait independensi dan kriminalisasi Gubernur Jerome Powell. Selain itu, ada pula masalah Greenland hingga ancaman partial shutdown.
"Dari domestik, komitmen BI mengintervensi menjaga rupiah, peningkatan outlook pertumbuhan Indonesia oleh IMF. Namun, tentunya rupiah juga masih terbebani kekuatiran defisit anggaran melewati 3 persen dan independensi BI," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(ldy/sfr)