Purbaya Mau Obrak-abrik Bea Cukai: 5 Pejabat Pelabuhan Besar Diganti
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan merombak jajaran pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Hal ini dilakukan demi menekan kebocoran penerimaan negara.
"Saya sedang memperbaiki Bea Cukai dan Pajak. Ini serius besok diobrak-abrik tuh salah satu. Itu harusnya akan memperbaiki cara kerja Pajak dan Bea Cukai. Dan harusnya yang bocor-bocor itu enggak akan terjadi lagi ke depan," ujar Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1), seperti dikutip Detik Finance.
Sebenarnya, Purbaya berniat merombak kedua direktorat tersebut sejak tahun lalu. Namun, ia menyadari baru menjadi Bendahara Negara pada September 2025. Selain itu, perombakan besar-besar di akhir tahun juga berisiko mengganggu upaya menggenjot penerima negara.
Rencananya, Purbaya akan mengganti bahkan merumahkan beberapa pejabat DJBC di lima pelabuhan.
"Yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja. Untuk pesan bahwa kita serius tahun ini. Jadi pejabat di lima pelabuhan besar akan diganti semua," tegasnya.
Sebagai penggantinya, Purbaya memastikan akan mengoptimalkan dari pegawai yang sudah ada.
"Ada yang saya tukar. Kalau dari luar kan biasanya sih enggak tahu operasi Bea Cukai akan lebih lama. Tapi yang jelas nanti beberapa pejabat itu saya rumahkan saja," terang Purbaya.
Purbaya juga mengingatkan Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan serius ke DJBC untuk meningkatkan kinerjanya. Apabila tidak dilakukan, peran DJBC bakal digantikan Societe Generale de Surveillance (SGS).
"Karena Pak Presiden bilang, kalau Bea Cukainya enggak betul, tahun ini, mungkin akhir tahun diganti dengan SGS," katanya.
Tak hanya DJBC, Purbaya juga siap melakukan perombakan serupa di tubuh DJP. Tahun lalu,target penerimaan negara tak tercapai. Tercatat, realisasi setoran pajak sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target.
Namun, Purbaya masih memaklumi karena masih menteri baru.
"Tahun ini, saya enggak bisa bilang saya menteri baru. Kalau enggak beres pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat, saya sikat Dirjen Pajaknya sama Dirjen Bea Cukainya duluan," ujarnya.
(sfr/pta)