Mengenal MSCI, Biang Kerok IHSG Ambrol 7 Persen Pagi Ini

CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 11:54 WIB
IHSG terus merosot sejak dibuka pada perdagangan, Rabu (28/1). Jelang penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG sempat anjlok 7,47 persen ke level 8.309. (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot sejak dibuka pada perdagangan, Rabu (28/1). Jelang penutupan perdagangan sesi pertama, indeks saham sempat anjlok 7,47 persen ke level 8.309.

Berdasarkan data RTI Infokom, jelang penutupan sesi perdagangan pertama sebanyak 763 saham turun, 26 masih bisa naik, sedangkan 15 saham stagnan.

Corporate Secretary Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi mengatakan penurunan IHSG terkait dengan pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pagi ini.

"Terkait pengumuman dari MSCI pagi ini, OJK, IDX, dan KSEI akan terus melalukan diskusi dengan MSCI," kata Kautsar dalam keterangan resmi, Rabu (28/1).

Melansir CNBC Indonesia, dalam pengumuman terbarunya MSCI memutuskan untuk membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia. Hal itu menyusul kekhawatiran akan isu free float dan aksesibilitas pasar.

MSCI memilih menerapkan interim freeze yang berlaku segera. Kebijakan MSCI itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

"Langkah ini diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga akses investability," tulis MSCI dalam keterangannya.

Melihat dampak kebijakan MSCI terhadap IHSG, sebenarnya apa itu MSCI?

MSCI merupakan perusahaan atau lembaga penyedia indeks global. Tugasnya mengukur kinerja pasar saham dari berbagai belahan dunia, salah satunya Indonesia.
Kinerja saham-saham tersebut kemudian disusun dan masuk dalam indeks MSCI.

Selanjutnya, indeks itu digunakan untuk menilai tren dan performa saham berdasarkan kriteria tertentu seperti wilaya geografis, sektor industri, hingga karakteristik tertentu dari perusahaan.

Lalu, apa itu Indeks MSCI?

Indeks MSCI merupakan daftar kumpulan saham-saham pilihan di berbagai negara, yang disusun MSCI. Indeks ini menjadi acuan utama investor asing, manajer investasi, hingga dana pensiun global dalam mengukur kinerja saham.

Tak sembarang saham yang masuk indeks MSCI. Umumnya, yang bisa masuk adalah saham dengan kapitalisasi atau bernilai besar dan likuid. Perusahaan yang masuk dalam indeks tersebut mendapat pengakuan dari global dan memiliki kelayakan investasi alias investability yang tinggi.

Adapun emiten Tanah Air yang masuk dalam indeks MSCI cenderung mengalami kenaikan harga saham, ditopang arus modal masuk capital inflow dari investor asing.

Berikut 10 Saham Indonesia Teratas dalam Indeks MSCI per 31 Desember 2025:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai pasar US$26,86 miliar
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar US$ 14,97 miliar
3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pasar US$11,42 miliar
4. PT Telekom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai US$10,34 miliar
5. PT Astra International Tbk (ASII) kapitalisasi pasar US$8,13 miliar
6. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai pasar US$6.07 miliar
7. PT Amman Mineral INTL Tbk (AMMN) dengan kapitalisasi US$5,59 miliar
8. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan nilai US$4,67 miliar
9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan kapitalisasi US$4,6 miliar
10. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan nilai US$3,91 miliar

(ins/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK