BEI Setop Perdagangan Saham Sementara saat IHSG Sentuh 7.654 Pagi Ini
Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan membekukan sementara perdagangan saham (trading halt) di pasar modal pada Kamis (29/1), pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%," kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resmi, Kamis (29/1).
Melansir RTI Infokom, IHSG pagi (29/1) dibuka pada level 8.027. Adapun level IHSG saat trading halt adalah 7.654 alias merosot 8 persen. Sebanyak 658 saham terperosok, 33 saham berpotensi naik dan 20 emiten stagnan.
Kautsar menjelaskan, langkah tersebut dilakukan BEI sebagai upaya menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien.
Upaya tersebut juga sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
Kemarin (28/1),BEI juga membekukan sementara perdagangan saham pukul 13:43:13 hingga 14:13:13 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8 persen," ujar Kautsar.
IHSG ditutup di level 8.320 pada perdagangan Rabu (28/1) sore. Indeks saham terperosok 659,67 poin atau minus 7,35 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp45,48 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 60,85 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 37 saham menguat, 753 terkoreksi, dan 16 stagnan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG masih tertekan lantaran pergerakannya berada dalam fase koreksi. Tekanan penurunan diperkirakan berlanjut dengan potensi koreksi ke kisaran 8.127-8.168.
"Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] dari wave 3, sehingga IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya, meski ruang penguatan terbatas masih terbuka di area 8.374-8.490," ujar dia dalam riset hariannya.
(ins)