IHSG Ambrol, Harta Prajogo Pangestu Amblas Rp45,33 T dalam Semalam
Kekayaan konglomerat Prajogo Pangestu amblas US$2,7 miliar atau sekitar Rp45,33 triliun (asumsi kurs Rp16.790 per dolar AS) pada Kamis (29/1), saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur.
Berdasarkan catatan Real Time Billionaires Forbes per pukul 20.30 WIB, kekayaan bos Barito Pacific Group itu mencapai US$31 miliar atau Rp520,49 triliun. Tumpukan hartanya itu turun 8,25 persen dalam semalam.
Prajogo merupakan pemilik Barito Pacific Timber, salah satu pemain kunci dalam industri pulp dan kertas di Indonesia. Barito Pacific Timber tergabung ke dalam Barito Pacific Group yang juga memiliki bisnis dalam bidang petrokimia, agribisnis, dan energi.
Ia juga mendirikan PT Chandra Asri Petrochemical Center dan PT Tri Polyta Indonesia. Chandra Asri Petrochemical adalah perusahaan yang bergerak dalam industri petrokimia, di mana Prajogo diketahui memiliki saham 70 persen di perusahaan ini.
Pergerakan harta Prajogo tak lepas dari aktivitasnya di pasar modal. Berdasarkan laporan kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (19/1), Prajogo melaporkan pembelian 1 juta lembar saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Pembelian dilakukan pada 15 Januari melalui tujuh transaksi dengan harga berkisar Rp9.525 hingga Rp9.675 per saham dan seluruhnya dilakukan untuk tujuan investasi pribadi. Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Prajogo di BREN meningkat dari 139.789.700 lembar (0,104 persen) menjadi 140.789.700 lembar (0,105 persen).
Sebelumnya, pada 13 Januari, Prajogo juga tercatat membeli 1.330.000 saham BREN di kisaran harga Rp8.800-Rp9.025 per saham.
Sementara, pasar modal RI tengah dihantam badai setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.
Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeksMSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Efeknya, IHSG anjlok selama dua terakhir. Indeks ditutup di level 8.232 pada perdagangan Kamis (29/1) sore. Indeks saham merosot 88,35 poin atau minus 1,06 persen dari perdagangan sebelumnya, setelah sempat tertekan ke level 7.481 siang tadi.
Kendati kekayaannya susut, Prajogo tetap menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia menggungguli konglomerat bos PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Low Tuck Kwong yang berada di posisi kedua dengan harta US$22,3 miliar atau Rp374,79 triliun.
Di bawah Low Tuck Kwong, ada Budi Hartono dengan total kekayaan US$19,7 miliar atau Rp331,09 triliun.
Data Real Time Billionaires Forbes melacak naik turunnya kekayaan orang-orang terkaya di dunia setiap hari. Platform pelacakan kekayaan ini memberikan pembaruan berkelanjutan tentang kekayaan bersih dan peringkat setiap individu yang dikonfirmasi oleh Forbes sebagai konglomerat.
Nilai kepemilikan publik individu diperbarui setiap 5 menit saat pasar saham masing-masing buka. Individu yang kekayaannya sangat terkait dengan perusahaan swasta akan memiliki kekayaan bersih yang diperbarui sekali sehari.
(sfr)