Profil Iman Rachman, Dirut BEI yang Mengundurkan Diri Usai IHSG Anjlok
Profil Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memantik penasaran publik usai dirinya mengumumkan pengunduran diri pagi ini, Jumat (30/1).
Iman Rachman merupakan sosok dengan rekam jejak panjang di pasar modal. Selain itu, ia juga pernah berkarir di berbagai BUMN, salah satunya Pertamina.
Pria kelahiran Jakarta itu ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.
Penunjukan Iman sebagai Dirut BEI mengacu pada hasil Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Surat OJK Nomor S-101/D.04/2022.
Lihat Juga : |
Sebelum memimpin BEI, Iman menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero).
Di dunia pasar modal, ia pernah berkarier sebagai manajer di PT Danareksa Sekuritas pada periode 1998-2003, lalu menjabat Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas sepanjang 2003-2016.
Iman juga mengemban sejumlah posisi strategis di BUMN lainnya. Ia tercatat pernah menjabat Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) pada 2019-2020, Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) periode 2016-2018, serta Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018-2019.
Dari sisi pendidikan, Iman merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran pada 1995. Ia kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Master of Business Administration in Finance dari Leeds University Business School, Inggris, pada 1997.
Lihat Juga : |
Selama berkarier di BUMN, Iman meraih sejumlah penghargaan, antara lain CEO Visioner Terbaik 2020 versi BUMN Track, Best CFO 2017, 2nd Winner Indonesia Best CFO 2018, serta Indonesia Future Business Leader 2016.
Pagi ini, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan mengundurkan diri.
"Saya sebagai direktur dan utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama Bursa Efek Indonesia," ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI.
Iman berharap keputusannya terbaik untuk pasar modal Indonesia.
"Semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik," ujarnya.
Selanjutnya, terkait proses administrasi, Iman menerangkan akan berlaku sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
"Nanti akan ada sementara (pelaksana tugas) yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif direktur utama yang baru," ujar pria yang menjabat Dirut BEI sejak RUPST 29 Juni 2022 ini.
Pasar modal RI tengah dihantam badai setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.
Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Efeknya, IHSG anjlok selama dua terakhir hingga menyebabkan penghentian perdagangan sementara (trading halt)
Pada Rabu (28/1) sore, IHSG ditutup di level 8.320, terperosok 659,67 poin atau minus 7,35 persen dari perdagangan sebelumnya.
Kemudian, indeks ditutup di level 8.232 pada perdagangan Kamis (29/1) sore. Indeks saham merosot 88,35 poin atau minus 1,06 persen dari perdagangan sebelumnya, setelah sempat tertekan ke level 7.481 siang harinya.
Jumat pagi ini, IHSG dibuka hijau di level 8.308. Selang 5 menit, indeks menanjak 1,62 persen atau 133 poin ke level 8.365.
(lau/pta)