Bos Bappenas: MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Kerja
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak untuk dijalankan, ketimbang penciptaan lapangan kerja.
Rachmat mengaku pernah diminta untuk membandingkan program MBG dengan pembukaan lapangan pekerjaan. Dalam hal ini, ia menilai keduanya sama-sama penting.
"Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting? Penting sekali. Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja," ujarnya dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1) dikutip DetikFinance.
Penilaian Rachmat tersebut merujuk pada kondisi kelaparan yang masih terjadi di pelosok Tanah Air.
"MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," sambung Rachmat.
Kehadiran program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi program salah satu program prioritas. Ia menjelaskan fokus pemerintah adalah membangun infrastruktur sosial, salah satunya melalui MBG.
"Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita, mereka lapar, mereka kelaparan. Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Itu banyak sekali," tuturnya.
Ia juga menegaskan MBG adalah program prioritas yang harus dieksekusi dengan baik. Selain membangun infrastruktur fisik, Rachmat mengingatkan pembangunan infrastruktur sosial juga penting dilaksanakan.
"Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan. Karena itu kalau kita bicara infrastruktur, mohon tidak dibatasi pada infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial, mohon dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita," tandasnya.
(ins/pta)