Temui Investor Asing, Rosan Danantara Pede Besok IHSG 'Ngegas'

CNN Indonesia
Minggu, 01 Feb 2026 20:30 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani di Jakarta beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani optimistis pasar saham domestik akan menguat pada perdagangan pada Senin (2/2) besok. Sebelumnya, pasar sempat melemah dalam beberapa hari terakhir.

Rosan mengaku optimisme dirinya muncul setelah melakukan komunikasi intensif dengan investor asing dalam dua hari terakhir.

Ia mengklaim para investor global memberikan respons positif terhadap kebijakan serta agenda reformasi pasar modal yang tengah disiapkan pemerintah Indonesia.

"Saya berbicara dalam dua hari terakhir ini dengan para investor luar. Responsnya mereka juga memahami, mengerti, dan mereka memberikan sinyal yang positif karena beberapa reform yang akan dilakukan," ujar Rosan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2).

Ia meyakini sentimen positif tersebut akan berdampak pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan.

"Insyaallah saya yakin hari Senin dan berikutnya pasar modal kita akan rebound dan berjalan dengan baik," kata dia.

Menurut Rosan, salah satu kebijakan yang mendapat respons positif dari investor asing adalah rencana peningkatan batas minimum free float saham menjadi 15 persen.

Namun demikian, investor global juga menyampaikan masukan terkait ketentuan keterbukaan kepemilikan saham.

Rosan menyebut investor asing mengusulkan agar ambang batas keterbukaan kepemilikan saham di atas 5 persen diturunkan menjadi 1 persen hingga 2 persen agar sejalan dengan praktik di negara lain.

"Mereka bilang kalau bisa itu diturunkan, tidak hanya di batas 5 persen. Di beberapa negara seperti India 1 persen, yang lain 2 persen," ujarnya.

"Karena kan kita lebih bicarakan floating ke market-nya itu 15 persen, tapi faktor keterbukaannya itu mereka ingin diturunkan ke level yang paling tidak sesama dengan negara lainnya," lanjut pria yang pernah menjadi Duta Besar RI untuk AS dan Ketua Umum Kadin itu.

Masukan tersebut, lanjut Rosan, telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurutnya, peningkatan transparansi kepemilikan saham akan memperkuat pembentukan harga yang wajar di pasar.

"Itu salah satu masukan dari investor luar yang saya terima. Kalau itu dijalankan, mereka akan semakin confidence dengan pasar kita," kata Rosan.

(lau/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK