Drama Sepekan IHSG Ambrol 11 Persen, Asing Cabut Rp15,7 T
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir tercatat amblas 11 persen dan membuat Rp15 triliun dana asing keluar dari pasar modal Tanah Air. Hal ini menyusul kondisi indeks pekan lalu yang sempat amblas 8 persen beberapa hari.
Melansir RTI Infokom, dalam sepekan terakhir IHSG ditutup hijau sebanyak 3 hari perdagangan dan merah selama 2 hari perdagangan, yakni Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).
Saat itu, IHSG sempat anjlok 8 persen hingga Bursa Efek Indonesia menerapkan penghentian perdagangan sementara (trading halt) dua hari beruturut-turut.
Periode sepekan terakhir, IHSG turun 11,32 persen, dengan rentang pergerakan harga antara 7.481 hingga 8.980.
Lihat Juga : |
Adapun total dana asing yang keluar mencapai Rp15,77 triliun di pasar reguler, sedangkan di seluruh pasar mencapai Rp13,92 triliun.
Hari ini, IHSG dibuka turun 33,45 poin atau 0,40 persen ke level 8.306, Senin (2/2). Penurunan tersebut masih berlanjut, bahkan sempat anjlok 5 persen tak lama perdagangan dibuka.
Tercatat, pada pukul 09.18 WIB, IHSG sempat melorot 5,08 persen ke level 7.906 pada pukul 09.18 WIB. Sebanyak 596 saham berada di zona merah, 53 saham berpotensi naik dan 59 saham stagnan.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 5,31 persen ke 7.887.
Transaksi saham mencapai Rp18,94 triliun dengan volume perdagangan tembus 35 miliar lembar saham. Sementara, frekuensi transaksi sebanyak 2,08 juta kali.
Sepanjang sesi pertama perdagangan, sebanyak 715 saham melemah, 65 naik, sedangkan 33 lainnya stagnan.
Pekan lalu, pasar modal RI tengah dihantam badai setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.
Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Ambrolnya IHSG pekan lalu sampai membuat Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri. Pengunduran itu disusul mundur massal empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.
(ins/pta)