Baru Dibuka, IHSG Sempat Anjlok 5 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 5 persen tak lama perdagangan saham dibuka, Senin (2/2).
Melansir RTI Infokom, IHSG melanjutkan penurunan hingga 5,08 persen ke level 7.906 pada pukul 09.18 WIB. Sebanyak 596 saham berada di zona merah, 53 saham berpotensi naik dan 59 saham stagnan.
Hingga berita ini dinaikkan, IHSG masih melanjutkan penurunan dan bertahan di zona merah sejak pasar saham dibuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG turun 33,45 poin atau 0,40 persen ke level 8.306. Pada awal sesi, indeks saham sempat menyentuh level tertinggi di 8.313 sementara level terendahnya berada di 8.172.
Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 3,78 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp2,67 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 293.573 kali.
Pada pembukaan perdagangan ini, 175 saham menguat, 397 saham melemah, dan 125 saham stagnan.
Pekan lalu, pasar modal RI tengah dihantam badai setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.
Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Efeknya, IHSG anjlok 8 persen pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1), sehingga menyebabkan penghentian perdagangan sementara (trading halt). Ambrolnya IHSG pekan lalu sampai membuat Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri.
Pengunduran Iman disusul mundur massal empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.
Untungnya, IHSG berhasil bangkit pada penutupan perdagangan Jumat sore (30/1). Indeks saham menguat 97,40 poin atau naik 1,18 persen ke 8.329. Pada penutupan akhir pekan lalu, 551 saham tercatat menguat, 194 terkoreksi, dan 65 stagnan.
(ins/inn)