Analis Ungkap Biang Kerok IHSG Anjlok 5 Persen Pagi Ini

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 11:13 WIB
Pengamat menilai peluang penutupan perdagangan sementara (trading halt) bursa hari ini (2/2) cenderung kecil, meski IHSG sempat anjlok 5 persen. (FOTO:CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat pasar modal menilai tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan terkoreksi pada perdagangan awal pekan ini. Apalagi, indeks sempat melorot 5 persen tak lama perdagangan saham dibuka, Senin (2/2).

Melansir RTI Infokom, IHSG melanjutkan penurunan hingga 5,08 persen ke level 7.906 pada pukul 09.18 WIB. Sebanyak 596 saham berada di zona merah, 53 saham berpotensi naik dan 59 saham stagnan.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan pergerakan IHSG masih rawan terkoreksi. Hal itu dikarenakan sentimen pasar masih cenderung wait and see terhadap pertemuan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait ketentuan transparansi data free float.

"Di sisi lain juga dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi dan juga emiten gold related di mana harga emas dunia yang terkoreksi," ujar Herditya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (2/2).

Ia menyampaikan potensi trading halt masih dapat dicermati ke depannya lantaran emiten perbankan berkapitalisasi besar masih bergerak menguat.

"Saat ini batasan trading halt berada di angka 8 persen, nanti kita dapat cermati ke depannya, karena kalau kita lihat saat ini emiten perbankan berkapitalisasi big caps (besar) masih bergerak menguat," tambahnya.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan tekanan di pasar saham cenderung melakukan aksi trading jangka pendek. Hal ini karena memanfaatkan kenaikan IHSG akhir pekan lalu.

"Saat ini pasar dalam penantian hasil pertemuan dari pihak pejabat Bursa (BEI) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan pihak MSCI terkait transparansi data struktur pemegang saham dan aturan free float kemarin," kata Ivan kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/2).

Ivan memproyeksi peluang adalah penutupan sementara perdagangan (trading halt) cenderung masih akan kecil, tidak seperti pekan lalu. Namun, Ivan menegaskan tidak menutup kemungkinan jika terjadi trading halt jika ada sentimen negatif lain.

"Peluang trading halt mestinya kecil ya, tidak seperti pekan lalu. Meski tidak menutup kemungkinan jika ada tiba-tiba ada sentimen negatif lain," pungkasnya.

Saat ini, IHSG masih bertahan di zona merah sejak pasar saham dibuka turun 33,45 poin atau 0,40 persen ke level 8.306. Pada awal sesi, indeks saham sempat menyentuh level tertinggi di 8.313 sementara level terendahnya berada di 8.172.

Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 3,78 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp2,67 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 293.573 kali. Pada pembukaan perdagangan ini, 175 saham menguat, 397 saham melemah, dan 125 saham stagnan.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK