Neraca Dagang RI Surplus 68 Bulan Beruntun, Desember 2025 US$2,51 M
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$2,51 miliar pada Desember 2025. Realisasi ini lebih rendah dibandingkan November yang surplus US$2,68 miliar.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono mengatakan realisasi ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan November 2023 yang surplus US$2,41 miliar.
"Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surplus ini terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat US$26,35 miliar lebih tinggi dari impor yang tercatat US$23,83 miliar per Desember 2025.
Ekspor
Ekspor Indonesia tercatat sebesar US$26,35 miliar sepanjang Desember 2025. Realisasi ini naik 11,64 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar US$23,60 miliar.
Kinerja menurut sektor ekspor tercatat bervariasi. Misalnya, industri pengolahan tercatat US$21,17 miliar atau naik 19,25 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar US$17,75 miliar.
Sedangkan, sektor pertambangan dan lainnya tercatat sebesar US$3,40 miliar atau turun 8,78 persen dari tahun sebelumnya yang US$3,73 miliar.
Kemudian, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan juga turun persen dari US$580 juta pada Desember 2024 menjadi US$520 juta pada Desember 2025 atau anjlok 10,91 persen.
Impor
Impor Indonesia tercatat sebesar US$23,83 miliar sepanjang Desember 2025. Angka ini naik 10,81 persen dibandingkan Desmber 2024 yang sebesar US$21,51 miliar.
Impor terdiri dari migas sebesar US$3,35 miliar dan nonmigas sebesar US$20,48 miliar.
Berdasarkan sektornya, impor barang konsumsi tercatat sebesar US$2,41 miliar atau naik 4,56 persen (yoy). Lalu, bahan baku/penolong sebesar US$16,10 miliar atau naik 5,58 persen (yoy).
Kemudian sektor barang modal tercatat US$5,32 miliar atau naik 34,66 persen dari Desember 2024 yang sebesar US$3,95 miliar.
(ldy/pta)