Purbaya: Paling Lambat Dua Minggu Lagi Kita Punya Ketua OJK Baru

CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 18:05 WIB
Purbaya mengatakan maksimal dalam dua minggu lembaga keuangan Tanah Air bakal memiliki Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru.
Purbaya mengatakan maksimal dalam dua minggu lembaga keuangan Tanah Air bakal memiliki Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru. (FOTO:ANTARA/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan maksimal dalam dua minggu lembaga keuangan Tanah Air bakal memiliki Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru. 

"Mungkin dalam waktu dua minggu, paling lambat kita punya Ketua OJK baru," jelas Purbaya kepada wartawan, Senin (2/2).

Dia mengatakan panitia seleksi sudah memulai proses seleksi calon Ketua DK OJK hari ini, Senin (2/2). Meskipun begitu, Purbaya belum bisa membocorkan nama calon Ketua DK OJK tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bentar, belum-belum (nama calon)," ujar Purbaya.

Di samping itu, Purbaya mengaku tidak ada intervensi presiden terkait nama calon Ketua DK OJK tersebut. Sejauh ini, proses penunjukkan calon Ketua DK OJK dilakukan oleh panitia seleksi.

"Tidak ada (arahan presiden). Kita tunjuk saja berapa orang, karena kita mau cepat seminggu, dua minggu harus ada Ketua OJK baru yang definitif," jelasnya. 

Saat ini bangku Ketua dan Wakil Ketua DK OJK ditempati Penjabat Sementara Friderica Widyasari Dewi. Ada juga Hasan Fawzi yang mengisi jabatan kosong Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KEPMDK). 

Di sisi lain, terkait Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kebakaran, Senin (2/2) Purbaya masih optimistis kondisi tersebut tidak berlangsung lama. 

"Saya pikir bentar lagi juga naik," prediksinya.

IHSG ditutup pada level 7.922 pada perdagangan Senin (2/2) sore. Indeks saham merosot 406,9 poin atau minus 4,88 persen dari perdagangan sebelumnya, setelah sempat tertekan ke level 7.887 siang tadi.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp29,17 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,39 miliar saham. Pada penutupan kali ini, 58 saham menguat, 720 kebakaran, dan 36 stagnan.

Terbakarnya indeks awal pekan ini tidak lepas dari badai pasar modal yang terjadi pekan lalu. IHSG anjlok Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) hingga 8 persen. Badai itu muncul setelah perusahaan pembobotan saham Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks saham-saham Indonesia.

Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

Akibatnya, empat pejabat dari OJK mengumumkan mundur dari jabatan pada Jumat (30/1), termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar.

Selain itu, ada juga Wakil Ketua DK OJK sebagai Ketua Komite Etik Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara.

Pejabat OJK lainnya turut mengundurkan diri, termasuk Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi.

Ada juga Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa KarbonOJK(DKTK) I. B. AdityaJayaantara, yang baru dilantik Senin (5/1).

Pengunduran diri tersebut menyusul langkah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman yang lebih mundur jabatannya, Jumat (30/1) pagi.

[Gambas:Video CNN]

(ins/sfr)