OJK Bakal Revisi Target IPO Usai Free Float Naik Jadi 15 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal merevisi target pencatatan perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi mengungkapkan hal itu dilakukan menyusul rencana naiknya batas free float atau jumlah saham yang dapat diperdagangkan ke publik dari semula 7,5 persen menjadi 15 persen.
"Tentu, tapi sementara kami confirm dalam kondisi keseluruhan reform atau reformasi integritas ini prinsipnya kita akan mengundangkan quality over quantity," ungkap Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (3/2).
Hasan menilai dampak kenaikan free float saham bersifat sementara lantaran otoritas pasar modal tak sepenuhnya mengubah prospek.
Ia meyakini dengan mengedepankan kualitas IPO, pasar modal akan lebih menarik dibandingkan sebelumnya.
"Ini semua baik kok, dan ini menjadi standar yang berlaku juga di best practice internasional. Bahwa mendorong lebih besar porsi free float itu menjadi tujuan bersama seluruh bursa di dunia, terutama bursa-bursa utama termasuk Bursa Efek Indonesia tentu ingin menghadirkan attractiveness atau kemenarikan bursanya," tambahnya.
Kemarin, OJK telah bertemu dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) yang diwakili oleh BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta perwakilan BPI Danantara.
Pertemuan tersebut membahas terkait rencana OJK untuk melakukan pemenuhan terkait pengungkapan (disclosure) atas kepemilikan pemegang saham di bawah 5 persen.
Kemudian, menetapkan kebijakan granularity atau klasifikasi investor yang selama ini pengelolaannya dilakukan oleh KSEI, dan menyampaikan proposal rencana kenaikan free float yang semula 7,5 persen menjadi 15 persen.
Hasan menyebut diskusi berjalan sangat baik dan pihaknya mencanangkan akan dilakukan kembali pembahasan pada tahap teknis.
"Bahkan dari pihak MSCI menyediakan diri untuk memberikan guidance pada saat menjelaskan bagaimana metodologi dan cara perhitungan yang akan mereka lakukan pada akhirnya," ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (2/2) kemarin.
(fln/sfr)