Airlangga Nilai RI Masih Jadi Magnet Investor di Tengah Ketidakpastian

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 21:30 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian dan fragmentasi ekonomi global. (dok. IES 2026).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian dan fragmentasi ekonomi global.

Hal itu berkat stabilitas makroekonomi, konsistensi kebijakan, serta komitmen kuat terhadap integrasi pasar internasional.

Menurut Airlangga, daya tarik Indonesia tercermin dari kemajuan signifikan dalam negosiasi perdagangan internasional dengan berbagai negara.

"Sebagian besar negosiasi perdagangan telah diselesaikan, dengan Kanada, dengan UE, dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), dan kami sedang dalam proses menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat," ungkap Airlangga dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Jakarta, Selasa (3/2).

Ia juga menyebut Indonesia bahkan berhasil memperoleh komitmen pendanaan transisi energi sebesar US$21,4 miliar melalui skema JETP bersama negara G20, dengan realisasi sekitar US$3,5 miliar. Kemudian, ada juga rencana investasi dari Australia dan penguatan kerja sama kawasan.

"Ini berarti ada banyak modal dalam pipeline yang siap untuk diinvestasikan di Indonesia," katanya.

Airlangga menambahkan, reformasi pasar modal yang baru diluncurkan menunjukkan respons positif dari pasar.

Ada empat pilar yang menjadi fokus pemerintah yakni efisiensi, transparansi, tata kelola, dan penegakan hukum.

"Hingga pagi ini, pasar modal telah kembali ke zona hijau, yang menandakan respons pasar yang positif," ujarnya.

Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid menegaskan IES 2026 menjadi platform untuk menjaga kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global yang berlapis.

"Tujuan kami adalah memastikan Indonesia tetap atraktif, kompetitif, dan produktif. Fokus kami tertuju pada tiga pilar utama yakni Kepastian (Certainty), Kapabilitas (Capability), dan Modal (Capital)," tegas Arsjad.

Sementara itu, Chief Economist IBC Denni Purbasari menilai stabilitas ekonomi dengan pertumbuhan yang kuat sekitar 5,1- 5,2 persen dan politik Indonesia menjadi faktor utama daya tarik investasi.

"Komitmen pemerintah terhadap openness dan reform, kestabilan ekonomi makro dan politik, menjadi faktor yang menarik bagi investor asing untuk masuk, baik melalui direct investment maupun portofolio," kata Denni.

Indonesia Economic Summit (IES) adalah forum ekonomi tahunan yang diselenggarakan Indonesian Business Council (IBC) untuk membedah tren ekonomi, prioritas strategis, dan arah masa depan Indonesia dalam rantai pasok global.

IES 2026 digelar di Jakarta pada 3-4 Februari 2026 dan dihadiri delegasi dari lebih dari 50 negara dengan fokus pada daya saing Indonesia dalam peta investasi global dan agenda reformasi ekonomi jangka panjang.

Organisasi internasional yang hadir diantaranya dari Singapura, Australia, Jepang, Inggris, China hingga negara-negara Eropa dan Asia Tengah. Kehadiran delegasi internasional yang luas menunjukkan bahwa minat investor global terhadap pasar Indonesia tetap ada.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK